Polres Mimika Kembali Amankan Dua Penyebar Hoax

“Terdapat juga beberapa postingan yang berbahaya dan kita harap masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya postingan-postingan seperti ini. Kami harap, ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Mimika apabila menebarkan ujaran kebencian. Dan hal itu tidak boleh terjadi di Timika”

Foto : Rina/TimeX
DITAHAN – Dua pelaku penyebar hoax yang sudah ditahan, saat dibawa untuk mengikuti press release di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Selasa (1/10).

TIMIKA,TimeX
Kepolisian Resor (Polres) Mimika kembali mengamankan dua pelaku penyebar hoax melalui media sosial, yakni TMW dan SYB. Keduanya ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda.
“Ini merupakan konsisten kita terhadap pelaku ITE. Sehingga kedepannya tidak ada lagi yang berani menyebarkan ujaran kebencian kepada masyarakat,” kata Kompol I Nyoman Punia selaku Waka Polres Mimika saat melakukan press release di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Selasa (1/10).
Lanjut I Nyoman, kasus ini terjadi pada tanggal 26 September lalu dimana, tersangka membuat ujaran kebencian di media sosial, yang mana para tersangka ini memosting di FB miliknya masing-masing dengan menjelekan tindakan Kapolres Mimika.
“Terdapat juga beberapa postingan yang berbahaya dan kita harap masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya postingan-postingan seperti ini. Kami harap, ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Mimika apabila menebarkan ujaran kebencian. Dan hal itu tidak boleh terjadi di Timika,” ujarnya.
Sementara AKP I Gusti Agung Ananta Pratama selaku Kasat Reskrim Polres Mimika menjelaskan tersangka TMW merupakan seorang honorer di salah satu Puskesmas sejak tahun 2016 sampai sekarang.
Pada Minggu (22/9) pelapor dalam hal ini Kapolres Mimika melihat status di facebook terlapor dengan nama akun KK’Non Treslin, yang menanggapi berita media online salah satu media yang menuliskan berita Kapolres Mimika tegaskan tidak boleh ada ornamen merah putih biru di Mimika.
Kemudian terlapor menanggapi di akun media sosial Facebook dengan menuliskan keterangan yang mengandung ujaran kebencian terhadap Kapolres Mimika.
“Pelaku melakukan hal tersebut karena tersangka tidak menerima baik tindakan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Polres Mimika untuk membubarkan mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan bakar batu pada hari Kamis tanggal 19 September 2019 di Timika Indah,” kata dia.
Ditambahkannya, pelaku hanya ikut-ikutan saja setelah melihat ada beberapa postingan yang memprotes situasi Kota Timika. Dan pada Sabtu (28/9) sekitar pukul 02.00 WIT tim Opsnal Polres Mimika berhasil mengamankan pelaku TMW di Jalan Pemuda SP 1 jalur 2 Timika. Sementara barang bukti yang diamankan berupa 1 unit HP Samsung Galaxy. Sedangkan pasal yang disangkakan yakni pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 28 ayat 2 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak 1 miliar.
Sementara untuk tersangka SYB alias E ditangkap pada Jumat (27/9) sekitar pukul 15.00 WIT di rumahnya, Jalan Busiri Ujung. Yang berawal pada Jumat (22/9) Kapolres Mimika melihat status di Facebook terlapor yang berinisial SYB alias E dengan akun Jansen Stev Hbn atau Steven Baransano membagikan berita media online dari salah satu media, yang menuliskan berita Kapolres Mimika tegaskan tidak boleh ada ornamen merah putih biru di Mimika yang kemudian terlapor memberikan komentar di salah satu kolom komentar media sosial dengan perkataan yang tidak pantas terhadap Kapolres.
Kemudian, terlapor juga membuat status provokatif di akun Facebooknya dengan karikatur disertai keterangan yang memprovokatif dan ajakan kebencian.
“Maksud dan tujuan pelaku adalah untuk menghina institusi kepolisian dan terpengaruh situasi yang berkembang di Papua akhir-akhir ini. Adapun barang bukti yang diamankan yakni satu unit HP merk Oppo warna putih. Sementara untuk pasal yang disangkankan juga sama dengan tersangka TMW,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, pihaknya sejauh ini telah berhasil mengamankan empat tersangka dan sudah proses hukum.
“Kami Satreskrim Polres Mimika akan menindak tegas apabila ada yang menyebarkan isu kebencian ataupun yang tidak benar. Yang nantinya berdampak kepada masyarakat dan dapat menimbulkan kerusuhan. Dan kita akan menindaknya sesuai dengan hukum yang berlaku,” tutupnya. (aro)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.