John Rettob Dengar Kisah Trauma Pengungsi Wamena-Ilaga

“Semua barang-barang kita habis dibakar saat kita sudah mengungsi ke Timika”

Foto: Santi/TimeX
KUNJUNGI – John Rettob, Wabup Mimika kunjungi pengungsi Wamena dan Ilaga di Tongkonan, Senin (7/10).

TIMIKA,TimeX

John Rettob, Wakil Bupati Mimika mendengar keluh kesah dan kisah trauma 105 pengungsi asal Wamena dan Ilaga dalam kunjungan ke tempat penampungan sementara di Gedung Tongkonan, Senin (7/10).

Kedatangan orang nomor dua di Mimika ini disambut oleh pengurus Ikatan Kerukunan Toraja (IKT) Kabupaten Mimika.

Pola Fosa, seorang guru honorer di SMP YPK Wamena mengisahkan masih merasa trauma atas peristiwa memilukan itu. Pola selama bertugas di Wamena tidak pernah mengalami kejadian seperti ini.

“Kami sudah lari lebih dulu ke Pastoran selamatkan diri kami, sebelum aparat keamanan datang untuk evakuasi kita,” tutur Pola.

Membuatnya makin sedih, selama mereka berada di Pastoran para pendemo malah tetap berusaha untuk masuk ke dalam Pastoran. Tetapi, ia merasa bersyukur ketika itu para pendemo melihat pastor mengenakan jubah, akhirnya tidak lagi masuk dan lari pulang.

Kisah pilu serupa juga dialami oleh Yotan, salah satu warga pengungsi dari Ilaga.

Yotan masih trauma atas peristiwa yang terjadi di Ilaga. Semua barang-barang miliknya habis terbakar.

“Semua barang-barang kita habis dibakar saat kita sudah mengungsi ke Timika,” tutur Yotan sedih.

John Rettob, setelah mendengar kisah pilu dari pengungsi kedua kabupaten ini, kepada wartawan mengatakan, sampai saat ini masih mengumpulkan bantuan, sumbangan melalui Pemkab Mimika, ibu-ibu dan lainnya.

“Nantinya dilihat yang mana akan dibawa ke sini. Intinya mereka tidak boleh sakit, tidak boleh lapar, mereka bisa hidup sehat di sini,” katanya.

Sebagai tuan rumah, John tegaskan punya tanggung jawab itu.

“Bagaimana caranya kita menggerakkan semua elemen masyarakat untuk memberikan bantuan kepada pengungsi, kita juga sudah tahu apa kekurangan-kekurangannya,” tutur John.

Dalam agenda HUT Mimika ke 23 ujarnya, ada rencana untuk mengunjungi semua pengungsi yang ada di Mimika.

“Di setiap tempat pengungsi kita bantu dengan dapur umum, ada juga yang sudah masak dan diberikan kepada pengungsi,” katanya.

Sebenarnya lanjut John, awal posko itu semuanya di Lanud, kemudian diambil oleh masing-masing kerukunan di Tongkonan, KKJB dan KKSS. Saat ini untuk lewat jalur udara semua masih berharap pada Pesawat Herkules.

“Itu yang bisa kami koordinasikan seperti itu, cuma kebetulan Herkules yang diangkut ke Makassar itu lewat Timika, jadi ada jatahnya Jayapura sekian, Mimika sekian itulah yang sedang kita koordinasikan. Diharapkan kepada pengurus IKT ini kalau bisa dinaikkan lagi kuotanya, agar mereka bisa pulang, karena baru jatah 20 orang setiap penerbangan, dan untuk kapal. Dan untuk warga yang gunakan kapal itu kita akan koordinasikan dengan pihak Pelni lagi karena ada kapal nanti tanggal 12,” ungkapnya. (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.