Pangdam Serahkan Bantuan kepada Pengungsi

“Untuk itu kita ingin melihat sendiri bagaimana keadaan pengungsi yang berada di Timika. Dan setelah melihat kondisi pengungsi nantinya kita akan melanjutkan pemerintah apa yang menjadi keinginan para pengungsi”

Foto: Rina/TimeX
BANTUAN – Mayjen TNI Herman Asaribab, Pangdam XVII Cenderawasih serahkan bantuan kepada pengungsi, Selasa (8/10).

TIMIKA,TimeX

Pangdam XVII Cenderawasih menyerahkan bantuan sosial kemanusaan berupa sembako kepada pengungsi Wamena dan Ilaga sementara ditampung di Gedung Tongkonan pada Selasa (8/10).

Turut hadir Mayjen TNI Herman Asaribab, Pangdam XVII/Cenderawasih, Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan, Pangkoarmada III, Marsda TNI Andyawan Martono P, Pangkoopsau III, Brigjen Pol Yakobus Marjuki, Waka Polda Papua serta komandan satuan TNI dan paguyuban di Timika.

Mayjen TNI Herman Asaribab kepada wartawan usai penyerahan bantuan mengemukakan pengungsi yang berada di Timika sebanyak 128 orang. Sementara pengungsi lainnya sudah pada pulang ke kampung halamannya masing-masing.

“Jadi, tujuan kami di sini terutama, kami ingin melihat saudara-saudara kita yang terkena musibah. Di mana, kami mewakili pemerintah daerah dan pusat untuk melihat persoalan apa yang dihadapi oleh saudara-saudara kita, sehingga ini merupakan tanggung jawab kami untuk melanjutkan yang mungkin belum bisa teratasi, dan kita salurkan sesuai dengan tingkatan dari penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun provinsi dan bahkan pusat,” jelasnya.

Sejauh ini katanya, pengungsi dari Wamena dan juga Ilaga sudah tidak ada, yang ada hanyalah bagaimana memulihkan situasi di Wamena.

Musibah yang terjadi pada tanggal 23 September lalu merupakan runtutan kejadian berawal pada Agustus lalu.

“Untuk itu kita ingin melihat sendiri bagaimana keadaan pengungsi yang berada di Timika. Dan setelah melihat kondisi pengungsi nantinya kita akan melanjutkan pemerintah apa yang menjadi keinginan para pengungsi,” ujarnya.

Putra Papua itu berharap, dengan adanya bantuan ini, pengungsi bisa menerimanya dan melihat bukan dari harganya akan tetapi dilihat dari bentuk kepedulian TNI dan Polri.

Sementara untuk situasi di wilayah Ilaga katanya sudah kondusif. Hal ini terlihat dalam aktivitas perekonomian dan juga sekolah di wilayah itu sudah mulai kembali normal. Tetapi mungkin ada saudara-saudara yang masih mau turun karena merasakan belum nyaman dan mungkin ingin akan kembali ke atas.

Sementara, Marsda TNI Andyawan Martono P, Pangkoopsau III mengatakan, pihaknya siap membantu kepulangan pengungsi terutama yang menggunakan pesawat.

“Kami akan membantu memfasilitasi kepulangan pengungsi ke kampung halamannya dengan menggunakan pesawat herkules milik TNI AU. Akan tetapi, kami berharap agar bisa mengetahui kapasitas dari pesawat tersebut sehingga tidak membahayakan keselamatan penumpang,” ujarnya.

Bahkan ia mengimbau, apabila pengungsi yang akan pulang ke kampung halamannya menggunakan hercules tentunya bisa menghubungi Danlanud Timika, Kapolres Mimika dan Dandim untuk di data.

Marten Samaa, Sekretaris Ikataran Kerukunan Toraja (IKT) Kabupaten Mimika mengemukakan sejak 1 Oktober lalu, pengungsi Toraja khususnya sudah ditampung di Tongkonan sampai saat ini. Dan pada tanggal 2 Oktober lalu, pihaknya telah memberangkatkan 35 orang pengungsi tetapi hanya diakomodir 25 orang.

“Ini adalah situasi yang kita sesali. Pada hari kedua, kami berangkatkan sebanyak 25 orang dan pada hari ketiga kami berangkatan 15 orang, sehingga total keseluruhan pengungsi yang sudah kami berangkatkan sebanyak 65 orang. Pengungsi dari Wamena dan Ilaga khusus orang Toraja sebanyak 119 orang,” jelasnya.

Dari 119 pengungsi katanya, hanya pengungsi laki-laki yang tinggal di Gedung Tongkonan sementara perempuan dan anak-anak tinggal di kediaman keluarganya.

Pada umumnya mereka ingin pulang ke kampung halamannya. Oleh karena itu, pihaknya berharap pengungsi ini difasilitasi untuk kepulangannya dengan tujuan ke Makassar.

Suwandi, perwakilan Persatuan Warga Pati (PWP) mengucapkan terika kasih  kepada TNI-Polri dan juga pemerintah daerah yang telah melihat kondisi pengungsi dan memberikan bantuan.

Ia menjelaskan, setidaknya ada 80 orang yang ada dan sebagiannya sudah diambil keluarga, dan ada juga yang telah membeli tiket berangkat ke kampung halamannya, sehingga jumlah pengungsi yang sekarang sekitar 35 orang. Dari 35 orang tersebut, 8 diantaranya telah membeli tiket dan tinggal 27 orang yang masih di sini.

Mereka dari Wamena ke Timika ujarnya, sebagian tidak membawa sesuatu. Pihaknya sebelumnya mendapatkan tambahan pengungsi 33 orang, dan sebagiannya juga telah diambil oleh keluarganya, kini tinggal 9 orang.

“Dan kami sedikit kesulitan karena, dua pengungsi ini tidak bisa pulang karena tidak ada yang bisa memfasilitasi mereka menuju ke kampung halamannya. Akan tetapi, karena bapak-bapak TNI telah memberikan kemudahan berupa pesawat hercules sehingga pengungsi ini bisa pulang ke kampung halaman. Karena tujuan utama mereka saat ini adalah pulang ke kampung halaman,” jelasnya. (aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.