Wabup Canangkan Penggunaan Sapaan ‘Amolongo-Nimao Witimi’

 “Sehingga kita yang tinggal ini lebih mengenal, merakyat dan mencintai daerah ini. Di sini saya tegaskan, mulai sekarang dua sapaan itu wajib diucapkan di setiap kegiatan apapun itu, baik pemerintah, TNI-Polri maupun BUMN-BUMD”

TIMIKA,TimeX

Dalam momentum HUT Kabupaten Mimika ke 23, John Rettob, Wakil Bupati Mimika secara resmi mencanangkan penggunaan sapaan ‘Amolongo-Nimao Witimi’ diterapkan dalam setiap pertemuan.

Foto: Dok./TimeX
Johanes Rettob

John Rettob dalam sambutan peringatan HUT Mimika di Lapangan Upacara Puspem, Senin (8/10) menjelaskan arti ‘Amolongo’ merupakan ucapan selamat dari bahasa Suku Amungme dan yang disapa menjawab ‘Amole’. Sedangkan, arti ‘Nimao Witimi’ juga ucapan selamat dari bahasa Suku Kamoro, dan yang disapa menjawab ‘Nimao’.

“Momen HUT Mimika ini pemerintah mencanangkan agar semua dalam pertemuan, dalam even, dalam semua hal, baik di dalam rapat-rapat, diskusi terbuka, acara yang dihadiri publik sampai pada tempat-tempat publik seperti terminal, bandara, pelabuhan yang menuju atau dan dari Timika wajib mengucapkan salam ‘Amolongo-Nimao Witimi’. Hari ini kita canangkan dan kita harus mulai lakukan aksi untuk tindaklanjut kedepannya,” papar John.

Sapaan salam tersebut ujarnya, dilakukan guna melestarikan kearifan lokal dan budaya masyarakat kedua suku sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat Mimika, khususnya dua suku besar pemilik hak ulayat, yakni Suku Amungme dan Kamoro.

“Sehingga kita yang tinggal ini lebih mengenal, merakyat dan mencintai daerah ini. Di sini saya tegaskan, mulai sekarang dua sapaan itu wajib diucapkan di setiap kegiatan apapun itu, baik pemerintah, TNI-Polri maupun BUMN-BUMD,” ungkapnya. (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.