Kelulusan CPNS 2018 Dijamin Tanpa Intervensi Pemkab

“Memang agak terlambat karena hasilnya ini dari pusat, bukan dari Pemkab. Saya tekankan sekali lagi, kita tidak ada intervensi sedikitpun, dan tidak ada permainan, saya jamin itu”

Foto: Dok./TimeX
ANTRI – Puluhan warga maupun pelamar antri memasukan berkas atau pengiriman di loket Kantor Pos Cabang Timika, Senin (13/5).

TIMIKA,TimeX

Johanes Rettob, Wakil Bupati Mimika menjamin penetapan hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi umum 2018 tanpa diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Kemarin nilai masing-masing peserta CPNS langsung diumumkan setelah mengikuti tes. Jadi semua itu sangat transparan,” kata John kepada wartawan usai perayaan HUT Mimika ke – 23 di lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem), Selasa (8/10).

Menurutnya, melalui tes online begitu transparan ini dari hasil nilai masing-masing peserta sudah diketahui siapa saja yang dinyatakan lolos dengan melihat nilai yang diperoleh.

“Memang agak terlambat karena hasilnya ini dari pusat, bukan dari Pemkab. Saya tekankan sekali lagi, kita tidak ada intervensi sedikitpun, dan tidak ada permainan, saya jamin itu,” tegas John.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ini menyampaikan sesuai informasi dari BKN Pusat bahwa pengumuman hasilnya pada Oktober ini namun kapan tanggalnya belum diketahui.

“Saya harapnya begitu, kerena memang sudah ditunda sampai tiga kali, dan komposisi dari hasil CPNS 80 dan 30 itu tetap tidak berubah,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mimika membutuhkan 300 pegawai dengan alokasi formasi yakni, formasi tenaga guru 111 orang, formasi tenaga kesehatan 117 orang dan formasi tenaga teknis 72 orang.

Jadwal memasukan berkas CPNS ini dimulai dari 24 April sampai 17 Mei 2019 lalu lewat loket kantor Pos Timika. Pendaftaran CPNS secara online melalui situs sscn.bkn.go.id. Formasi untuk Kabupaten Mimika mulai dari jenjang SMA, D III dan S 1.

Dari kuota yang ada, 80 persen dikhususkan untuk putra putri Orang Asli Papua (OAP) lahir besar di Mimika dan 20 persen untuk non OAP juga lahir, besar dan sekolah  di Papua. (a30)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.