Menteri BUMN Resmikan Program IndiHome Digital Learning di SMK Petra

“Kita coba piloting (percontohan) pertama di Timika ini, jadi nantinya sangat mengharapkan masukan-masukan apakah program ini sudah memenuhi kebutuhan masyarakat Papua terutama  para siswa di Timika, sehingga kalau harus kita perbaiki sehingga akan memberikan hasil yang terbaik untuk putra putri”

Foto: Elsina Mnsen/TimeX
BANTUAN – Rini M. Soemarno, Menteri BUMN saat menyerahkan bantuan renovasi dan perangkat digital learning senilai Rp100 juta kepada Fredrik Yembise Kepala SMK Petra, Selasa (8/120).

TIMIKA,TimeX

Menteri BUMN, Rini M. Soemarno meluncurkan program IndiHome Digital Learning di SMK Petra, Selasa (8/10), sebagai bentuk dukungan PT Telkom (Persero) Tbk terhadap pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Air.

“Sekarang anak-anak Papua dapat belajar melalui aplikasi digital IndiHome, mengakses beragam pelajaran dari SD sampai SMA yang setara dengan standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan,” kata Rini.

Pasalnya, IndiHome Digital Learning (IDL) ini merupakan proyek percontohan (pilot project) yang diharapkan dapat dilanjutkan di kota-kota lain.

Dalam channel Ruang Trampil, terdapat beragam program diantaranya Ruang Musik, Ruang Fashion, Ruang Kreatif dan Belajar Yuk.

Dalam menyikapi perkembangan global yang serba digital, diharapkan menjadi salah satu sarana siswa dalam mengembangkan diri dalam dunia pendidikan agar ke depan siswa mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, sebagaimana yang digagas oleh Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

Program IndiHome digital learning oleh PT. Telkom menggunakan  Telkom card, yang dapat diakses oleh siswa, dengan menggunakan laptop dan telepon seluler selama 24 jam, secara gratis selama tiga bulan ke depan.

Fredrik Yembise, Kepala SMK Petra dalam sambutannya menyampaikan, selaku  tuan rumah  mewakili SMP dan SMA-SMK bersama ketua-ketua yayasan, berterimakasih kepada Menteri Rini Sumarno, yang sangat peduli  terhadap pembelajaran  dan pendidikan di tanah Papua, salah satunya dengan IndiHome Digital Lerning.

Ia berharap ini dapat meningkatkan mutu pendidikan  dan daya saing  anak-anak Papua dengan teman-teman mereka yang ada di Indonesia Barat dan Tengah.

Menurutnya, selama ini harapan anak-anak untuk belajar sangat besar, hanya saja masih sangat terbatas dengan fasilitas. Kehadiran Menteri BUMN diharpakn membawa perubahan.

Sementara itu, Rini Sumarno, Mentri BUMN dalam sambutan menyampaikan  setelah beralihnya PT. Freeport  menjadi BUMN dan menjadi  milik bangsa Indonesia kembali sebesar 51 persen, kontribusi PT. Freeport sangat besar, untuk Papua pada umumnya dan Timika khususnya. Namun masih saja ada kekurangan yang dihadapi, baik fasilitas pendidikan juga masih minimnya jumlah guru.

Melihat persoalan ini, sebagaimana digagas peresiden, akan pentingnya SDM dan bagaimana seluruh rakyat Indonesia memiliki kesempatan yang sama dan memilki pendidikan yang sama.

“Di Papua memang sangat sulit, banyak daerah yang jauh dan tidak mudah terjangkau,” ungkapnya.

Akses yang sulit ini, akhirnya dirinya menginstruksikan Direktur Umum PT. Telkom juga direktur utama Telkomsel memikirkan bagaimana mencari solusi agar dapat membantu masyarakat Papua, terutama anak-anak di Papua untuk mempunyai kesempatan yang sama bisa belajar, dan lebih baik dari saudara-saudaranya yang lain di luar Papua.

“Teknologi membawa kita dengan digital bisa belajar melalui aplikasi digital dengan nama Indihome yang dapat digunakan untuk mengakses semua pelajaran SD-SMA dan ini semua sudah  bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan sehingga sudah setara dengan yang diharuskan dengan,” katanya.

“Kita coba piloting (percontohan) pertama di Timika ini, jadi nantinya sangat mengharapkan masukan-masukan apakah program ini sudah memenuhi kebutuhan masyarakat Papua terutama  para siswa di Timika, sehingga kalau harus kita perbaiki sehingga akan memberikan hasil yang terbaik untuk putra putri,” tambahnya.

Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada Direksi BUMN untuk mendukung program pemerintah dalam  meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di seluruh Indnesia.

Kepada para siswa, dirinya berpesan agar dengan program ini dapat dimanfaatkan betul dan harus berani beri masukan.

“Karena ini semua untuk kalian, agar dapat meningkatkan kemampuan untuk maju ke depan bukan hanya  untuk bekerja  di pelosok Indonesia tapi bekerja di seluruh dunia, menjadi target,” pesannya.

Kegiatan ini diawali doa, oleh Pdt. Ilona Sukan, dan diikuti pelajar dan siswa yang berasal dari SMP Ebenhaezer, SMP YPPK St. Bernadus, SMK Petra, SMK YPPGI, dan SMK Yapis Timika, bersama kepala sekolah dan dewan guru juga pimpinan BUMN dan swasta. (a32)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.