Banyak Pengungsi Ingin Pulang ke Kampung Halaman

 “Dan kami memang menerima cukup banyak pengungsi dari Wamena dan Ilaga terakhir, namun mereka secara bertahap sudah pulang. Dan kebetulan mereka pulang tidak bisa langsung karena ada yang pulang ke Jawa, Makassar dan sejauh ini pengungsi berasal dari kerukunan Toraja lebih banyak masih menetap di Timika. Dan kemarin ada juga pengungsi yang sudah pulang dan sekarang yang tersisa hanya sembilan orang. Dan mudah-mudahan nmereka bisa kembali ke kampung halamannya”

Foto: Rina/TimeX
TATAP MUKA – Johanes Rettob (kiri) mendampingi Pangdam Cenderawasih, Panglima TNI, Mekopolhukam, Kapolri dan Kapolda serta Elminus B Mom Ketua DPRD Mimika pada acara tatap muka dengan pengungsi Wamena dan Ilaga di RHP, Rabu (9/10).

TIMIKA,TimeX

Johanes Rettob, Wakil Bupati Mimika mengemukakan masih banyak pengungsi dari Wamena dan Ilaga yang ingin kembali ke kampung halamannya. Hal ini dikarenakan adanya rasa trauma yang diderita akibat kejadian kerusuhan beberapa waktu lalu.

“Mereka mengeluh kepada saya bahwa mereka masih trauma dan mau pulang ke kampung halamannya. Akan tetapi, saya yakinkan kembali bahwa mereka tidak perlu khawatir karena situasi di Papua saat ini sudah aman,” ujar John saat memberikan sambutan pada acara tatap muka di RPH, Rabu (9/10).

Hadir pada saat itu Wiranto, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Panglima TNI dan Tito Karnavian, Kapolri, Irjen Pol  Paulus Waterpauw, Kapolda Papua, Mayjen TNI Herman Asaribab, Pangdam XVII/Cenderawasih, Elminus Bmom, Ketua DPRD Mimika.

John mengakui, suasana di Timika sampai saat ini puji Tuhan sudah kondusif dan semua aktivitas berjalan dengan baik. Kegiatan perekonomian dan pembangunan berjalan dengan baik. Sebagai tuan rumah, Mimika ternyata salah satu daerah yang dipilih oleh pengungsi dari Wamena dan Ilaga karena merasa tempat yang aman.

“Dan kami memang menerima cukup banyak pengungsi dari Wamena dan Ilaga terakhir, namun mereka secara bertahap sudah pulang. Dan kebetulan mereka pulang tidak bisa langsung karena ada yang pulang ke Jawa, Makassar dan sejauh ini pengungsi berasal dari kerukunan Toraja lebih banyak masih menetap di Timika. Dan kemarin ada juga pengungsi yang sudah pulang dan sekarang yang tersisa hanya sembilan orang. Dan mudah-mudahan nmereka bisa kembali ke kampung halamannya,” jelasnya.

Pemkab Mimika ujarnya, juga ikut memberikan bantuan tempat dan makanan sehingga mereka tidak boleh sakit, tidak boleh lapar dan pakaian juga tercukupi.

“Kami berterima kasih juga karena ternyata mereka juga memiliki banyak keluarga dan paguyuban, sementara pemerintah senantiasa membantu dan mengunjungi mereka. Dan ada 14 orang yang kembali dengan menggunakan kapal,” ujarnya.

Pada umumnya lanjut John, semua pihak menginginkan untuk tetap menjaga kamtibmas. Hal ini terlihat adanya deklarasi damai dari semua pihak pada saat merayakan HUT Mimika ke 23 Tahun.

Sementara Wiranto, Menkopolhukam mengatakan kehadiran dirinya bersama rombongan untuk melihat langsung keadaan di daerah Papua terutama di Mimika, Wamena, Jayapura dan tempat lainnya serta bertemu dengan para pengungsi dan berbicara dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Apa yang dialami oleh pengungsi itu semuanya nantinya akan dilaporkan ke presiden untuk mengambil kebijakan ke depannya untuk lebih menjamin keamanan di daerah Papua dan Papua Barat. Kedepannya, TNI dan Kepolisian dapat menggelar kekuatan yang bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat di sini. Bukan hanya masyarakat Papua tetapi juga masyarat pendatang,” katanya.

Tetapi ada lagi yang lebih penting, lanjut Wiranto, bagaimana bisa memperbaiki kerusakan- kerusakan diakibatkan oleh kejadian kemarin. Apakah itu toko-toko yang rusak yang terbakar. Bagaimana secepatnya untuk bisa diperbaiki kembali. Dan yang lebih penting lagi bagaimana bisa mengajak saudara-saudara di Papua untuk bersama-sama kembali bersatu sebagai satu bangsa Inonesia, menjamin menjaga kerukunan dan kedamaian.

“Dan kemarin kita telah bertemu dengan pengungsi dari Wamena, di Sentani juga. Dimana mereka mengharapkan adanya rasa aman serta mereka bisa membangun suatu keluarga yang rukun dengan masyarakat Papua,” katanya.

Panglima TNI dan Kapolri katanya, akan terus memantau dan membangun daerah-daerah kemarin agar ke depannya semakin membaik.

“Kalau di Ilaga sudah aman, pengungsi akan kembali ke sana, dan biarlah mereka berada di sini dulu hingga upaya TNI-Polri memastikan bahwa di sana sudah bisa aman. Dan setelah aman, mereka bisa kembali ke sana,” tuturnya.

Menurutnya, kejadian tersebut dilakukan karena adanya oknum-oknum tertentu yang tujuannya adalah untuk mengacaukan, sehingga saudara-saudara ini bisa mengungsi karena takut. Oknum- oknum yang jahat ini sedang dikejar oleh aparat kepolisian dan mereka harus bertanggungjawab atas perbutaan mereka.

Daud Bunga, Ketua Ikatan Kerukunan Toraja (IKT) mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pemerintah dan juga semua pihak sehingga pengungsi ini segala sesuatunya tercukupkan.

“Tentunya keinginan mereka adalah segera bisa pulang ke kampung halaman dan mereka ingin difasilitasi oleh pemerintah dan juga TNI agar mereka bisa kembali ke kampung halaman sambil menunggu situasi di Wamena dan Ilaga kembali kondusif,” tutupnya. (aro)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.