Slot Time Disetujui, Operasional Batik Air Gunakan Terminal VIP

“Slot time dan sisi ruang udaranya sudah sesuai permintaan, termasuk runway juga telah disetujui PTFI dan PT AVCO, serta apron dan terminal sementara menunggu pengoperasian terminal umum secara parsial pada 2020 nanti”

Ilustrasi

 TIMIKA,TimeX                            

Maskapai Penerbangan Batik Air, dipastikan beroperasi di Timika mulai 27 Oktober mendatang, setelah pengajuan slot timenya disetujui otoritas bandara dan sejumlah pihak terkait di Timika.

Untuk operasionalnya, kabarnya maskapai yang berada di bawah naungan Lion Air Group ini akan menggunakan terminal VIP.

Ambar Suyoko selaku Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Mozes Kilangin mengatakan, permohonan izin beroperasi dan slot time dari maskapai Batik Air sedang dalam proses di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub RI.

“Masih dalam proses,” jawab Suyoko singkat saat dikonfirmasi Timika eXpress, Jumat (11/10).

Sementara, otoritas Bandara Mozes Kilangin Timika dan sejumlah pihak terkait pada pertemuan bersama Johannes Rettob Wakil Bupati Mimika beberapa waktu lalu, telah menyetujui izin beroperasi serta slot time dari pihak Batik Air.

Pertemuan waktu itu dihadiri pihak UPBU Mozes Kilangin Timika, Jhony Lingga selaku Vice President Government Relation (Govrel) PT Freeport Indonesia (PTFI), pihak AVCO dan perwakilan PT Air Navigasi Indonesia (Air Nav).

Menurut John Rettob, Wakil Bupati Mimika, dalam pertemuan itu, disetujui pula penggunaan Terminal VIP di sisi Selatan Bandara Mozes Kilangin Timika oleh maskapai Batik Air setelah mendapat persetujuan dari Kemenhub.

Dimana di terminal VIP tersebut akan dijadikan ruang tunggu para penumpang untuk operasional maskapai Batik Air.

John kepada wartawan usai mengikuti kegiatan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako pada Kamis (10/10) menambahkan, semua permohonan Batik Air sudah oke.

“Slot time dan sisi ruang udaranya sudah sesuai permintaan, termasuk runway juga telah disetujui PTFI dan PT AVCO, serta apron dan terminal sementara menunggu pengoperasian terminal umum secara parsial pada 2020 nanti,” ungkap John.

Sambung John, dengan kapasitas tampung terminal bandara 700 orang lebih, ini tinggal pengaturan saja, sehingga penumpang tidak harus turun naik lantai satu dan dua.

Namun, ada beberapa hal masih menjadi catatan Kemenhub, terutama menyangkut Aviation Security (Avsec) dan pemadaman kebakaran.

Dimana pihak PT AVCO menghendaki adanya perjanjian kerjasama yang harus dituntaskan dalam dua pekan ke depan. Untuk itu, pihak UPBU Mozes Kilangin Timika harus menjawab surat permohonan dari pihak Batik Air.

“Kalau sudah disetujui, maka itu jadi dasar proses izin rute pada Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub diproses paling lama 21 hari,” ujar John.

Masalah lain terkait pengajuan waktu pesawat Batik Air masuk Timika, beda waktunya hanya 10 menit dengan maskapai lain yang masuk Timika.

“Penerbangan Jakarta-Timika tiba pukul 07:06, dan harus kembali berangkat menuju  Jakarta pukul 07:30 WIT. Sementara rute Makassar–Timika tiba pukul 07:15 WIT. Soal ini akan kita atur karena tidak mungkin operasional bersamaan,” ungkap John.

Disamping itu, dengan rute direct, tentu pengembangannya mudah, dan akan diusulkan buka rute Timika-Sorong atau Timika-Jayapura.

“Intinya kalau sudah masuk, pengembangannya gampang,” tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan surat dari Batik Air, pesawat yang akan melayani masyarakat Mimika, yaitu jenis Pesawat Airbus A-320 dengan kapasitas penumpang untuk kelas ekonomi 144 seat dan 12 seat untuk kelas bisnis.

Sedangkan jenis Boeing 737-800NG, kapasitas penumpang kelas ekonomi 156, dan 12 untuk kelas bisnis. Termasuk jenis Boeing 737-900ER dengan kapasitas penumpang kelas ekonomi sebanyak 168 orang dan 12 untuk kelas bisnis. (a30)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.