Dukung Imunisasi Polio di Empat Kabupaten, Petugas Lapangan Dibekali Keterampilan Berkomunikasi

“Kami  bekali petugas lapangan dengan keterampilan komunikasi antarpribadi untuk perubahan perilaku”

Foto: Dok./TimeX
IMUNISASI POLIO – Petugas Kesehatan Puskesmas Amar memberikan imunisasi Sub PIN Polio di wilayah Amar beberapa waktu lalu.

TIMIKA,TimeX

Mendukung pencapaian program polio di empat kabupaten di Papua, UNICEF Papua bersama Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP), memberikan pembekalan kepada delapan petugas lapangan dengan keterampilan Interpersonal communication (IPC) dengan tujuan ketika terjun di tengah masyarakat di level kabupaten masing-masing dapat berkomunikasi dengan baik.

“Kami  bekali petugas lapangan dengan keterampilan komunikasi antarpribadi untuk perubahan perilaku,” ujar Angga, Program Officer Polio YP2KP di Hotel Serayu, Kamis (10/10).

Ia mengatakan YP2KP selain dampingi Kabupaten Mimika juga membawahi empat kabupaten wilayah pegunungan yakni, Paniai, Dogiay, Deyai dan Intan Jaya. Sehingga peserta yang hadir merupakan perwakilan dari masing-masing daerah dengan mengutus dua orang.

Pemateri dari UNICEF Papua, Zainal Abidin dan dr Husni selaku officer untuk kegiatan polio di Papua.

Pebekalan ini selama dua hari diharapkan ikut menguatkan petugas lapangan dalam menjalankan tugas memberikan  pemahaman cara berkomunikasi aktif di tingkat kabupaten karena nantinya mereka akan bekerja di level kabupaten agar target capaian imunisasi polio minimal 95 persen dapat terpenuhi di tengah kabupaten dampingan.

Materi hari pertama dibawakan oleh kedua pemateri sebutnya, berkaitan mengasah  kemampuan komunikasi ketika berhadapan dengan petugas Dinas Kesehatan juga petugas kesehatan sebagai pemimpin yang akan dibantu dalam dukungan imunisasi, karena mereka akan bekerja di tingkat bawah atau akar rumput dalam  mendukung pelaksanaan imunisasi di kabupaten binaan.

Namun demikian lanjutnya, dalam menjalankan tugas menjadi kendala faktor keamanan, terutama  saat ini wilayah pegunungan tidak kondusif, hal ini membuat kegiatan terhenti sebulan untuk persiapan.

Ia berharap kondisi saat ini mulai kondusif turut  membantu program kelanjutan pendampingan polio.

Selain keamanan katanya, kendala lain managemen vaksin di tingkat puskesmas dan kabupaten menjadi salah satu fokus, sehingga imunisasi yang diberikan kepada masyarakat terutama anak-anak di wilayah tersebut bisa tepat sasaran.

Dalam pembekalan ini juga, diberikan agar bagaimana  cara menangani vaksin bisa sampai ke layanan, dan anak-anak penerima vaksin dapat menerima dalam kondisi yang baik. Maka hasilnya adalah anak-anak terimunisasi dan mendapatkan haknya secara utuh.

Ia menambahkan saat ini pembekalan baru utusan dari masing-masing daerah dua orang. Kedepan juga direncana ada pembekalan serupa kepada petugas-petugas puskesmas agar secara layanan lebih optimal kepada masyarakat.

Peserta dibagi dalam kelompok, dengan memberikan pemahaman kepada mereka bagaimana bertemu orang baru, bagaimana berkomunikasi yang baik supaya mudah diterima. Diharapkan petugas lapangan ini tidak canggung ataupun malu ketika melaksanakan tugas ketika bertemu orang lain. (a32)

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.