Makan Ikan Tidak Layak Konsumsi, 37 Pelajar Jalani Perawatan

“Oknum PNS ini jelas-jelas memprovokasi untuk tidak boleh bubar dan menyuruh mereka (pelajar, red) tetap bertahan di sana”

Foto: Rina/TimeX
NEGOSIASI-Polisi saat negosiasi terhadap pelajar yang melakukan aksi pemalangan di Jalan masuk Sentra Pendidikan, Senin (14/10).

TIMIKA,TimeX

Puluhan pelajar yang merupakan penghuni asrama Sentra Pendidikan, SP 5, melakukan aksi palang jalan di pintu masuk Sekolah Sentra Pendidikan, SP 5, Senin (14/10).

Tindakan ini merupakan buntut dari dampak alergi yang diderita oleh 23 pelajar setelah mengkonsumsi makanan dari catering langganan asrama selama ini, yang diuduga sudah tidak layak konsumsi.

Selain 23 anak asrama Sentra Pendidikan yang harus dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), diketahui ada pula 14 anak dari Panti Rehabilitasi Eme Neme Yauware Kilo 7 yang mengalami hal sama, dan dilarikan ke RSUD Mimika, Minggu (14/10).

Kapolres Mimika melalui AKP Andyka Aer selaku Kabag Ops di TKP kepada wartawan, Senin (14/10) mengatakan, pemalangan yang dilakukan para pelajar ini ditengarai terjadinya gatal-gatal di sekitar mulut anak-anak setelah mengkonsumsi ikan, yang diduda sudah tidak layak konsumsi karena lama tersimpan atau karena sudah basi.

Dalam aksi pemalangan tersebut salah satu tuntutannya adalah ingin bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan, untuk mempertanyakan terkait dengan fasilitas di Sentra Pendidikan.

Andyka Aer mengatakan, pihaknya sempat bernegosiasi agar pemalangan dihentikan, dan akan difasilitasi untuk bertemu dengan Kadis Pendidikan, namun beberapa diantaranya tidak mau membubarkan diri, sehingga aparat keamanan sempat mengeluarkan tembakan peringatan.

Lanjutnya, dari aksi pemalangan tersebut, pihaknya juga mengamankan seorang oknum PNS yang diduga kuat sebagai provokator dari aksi pemalangan tersebut. Oknum yang berseragam PNS tersebut juga diketahui bukan pegawai di Sentra Pendidikan.

“Oknum PNS ini jelas-jelas memprovokasi untuk tidak boleh bubar dan menyuruh mereka (pelajar, red) tetap bertahan di sana,” ungkapnya.

Oknum PNS yang diamankan, akan diidentifikasi dulu, apakah benar PNS dan bertugas di mana selanjutnya bagaimana bisa berada di Sentra Pendidikan untuk memprovokasi para pelajar.

Andyka menjelaskan, puluhan pelajar yang menjadi korban dari efek makanan tidak layak konsumsi itu, telah menjalani perawatan dan menurut dokter yang merawat, baik di RSUD maupun di RSMM memastikan bahwa, para korban bukan keracunan makanan hanya menderita gatal-gatal karena makan ikan yang sudah tidak layak dikonsumsi atau sudah basi. Para korban juga telah kembali ke rumah masing-masing.

Ditambahkan, pihaknya juga telah mengambil sampel makanan di catering tersebut untuk memastikan ke BPOM Mimika apakah itu racun atau tidak. Kendati demikian, pihaknya yakin bahwa makanan tersebut tidak beracun.

“Untuk personil yang kita libatkan dalam aksi pemalangan di sini yaitu sebanyak 100 personil yang terdiri dari BKO Kalbar, Kalteng, Gorontalo dan Yon B,” katanya.

Sementara itu, Luky Mahakena selaku Humas RSUD Mimika membenarkan bahwa ada 14 korban yang berkategori anak-anak ini sempat diperiksa oleh tim medis di IRD RSUD Mimika pada Minggu (13/10) sekitar pukul 20.00 WIT.

“Jadi, mereka mengeluh mengalami rasa gatal setelah mengkonsumsi ikan. Akan tetapi, pada prinsipnya kondisi mereka stabil dan mereka hanya rawat jalan saja. Untuk memastikan level keracunan itu merupakan tugas penyidik, akan tetapi itu belum pada stadium kritis,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai catering yang selama ini menjamin makanan untuk anak-anak Asrama Sentra pendidikan dan Panti Rehabilitasi Eme neme Yauware. (aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.