Ordo OFM dan Umat Katolik Berduka, Bruder Felix Kalakmabi, OFM Tutup Usia

“Jadi tadi pagi saat mau doa bersama, bruder tidak ada, anak-anak asrama mencarinya ke kamar mandi dan ternyata kamar mandi terkunci dari dalam jadi didobrak. Ternyata bruder ada dan dalam keadaan sudah meninggal dengan posisi tengkurap di atas ember yang berisi air. Jadi kemungkinan setelah jam rekreasi malam bruder mau mandi, karena saat ditemukan lantai kamar mandi dalam keadaan kering”

Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX
DISEMAYAMKAN – Jenazah Bruder Felix, OFM disemayamkan di Gereja Santo Stefanus Sempan, Senin (14/10) malam.

TIMIKA,TimeX

Keluarga besar Ordo Fratrum Minorum (OFM) di dunia dan Indonesia, Papua berduka cita. Duka ini juga turut dialami oleh umat Katolik di Keuskupan Asmat serta umat Katolik Santo Stefanus Sempan atas meninggalknya Bruder Felix Kalakmabi, OFM pada umur 55 tahun di Asrama Keuskupan Asmat untuk siswa SMP dan SMA pada Minggu (13/10) malam.
Menurut Pastor Felix, OFM, Bruder ditemukan meninggal pada Senin (14/10) di kamar mandi saat pagi hari ketika jam doa bersama.
“Jadi tadi pagi saat mau doa bersama, bruder tidak ada, anak-anak asrama mencarinya ke kamar mandi dan ternyata kamar mandi terkunci dari dalam jadi didobrak. Ternyata bruder ada dan dalam keadaan sudah meninggal dengan posisi tengkurap di atas ember yang berisi air. Jadi kemungkinan setelah jam rekreasi malam bruder mau mandi, karena saat ditemukan lantai kamar mandi dalam keadaan kering,” kata Pastor Stef ketika ditemui Timika eXpress di Gereja Santo Stefanus Sempan, usai memimpin misa requiem, Senin (14/10) malam.
Pihaknya menduga Bruder Felix kelelahan karena padatnya kegiatan pastoral yang diikuti. Bruder kemudian diantar ke Timika dan tiba kemarin pagi.
“Kami menduga bruder kelelahan karena tanggal 11 sampai 21 September beliau mengikuti pertemuan di Jayapura. Tanggal 23 dia kembali ke Asmat, dan baru-baru ini mereka ikut kegiatan pastoral di Keuskupan Asmat. Kegiatannya baru saja selesai dan tim dari Jakarta yang memberikan materi juga masih ada,” ujarnya.
Dikatakan Bruder Felix akan diterbangkan ke Sentani hari ini, Selasa (15/10) dengan pesawat garuda untuk dimakamkan di Pemakaman Fransiskan. “Waktu pemakaman kami belum tahu pasti,” tuturnya.
Dalam misa requiem yang dipimpinya dihadiri oleh enam imam konselebran, ia mengatakan bruder asal Akbisibil, Pegunungan Bintang ini merupakan sosok yang sangat sederhana dan sudah banyak orang asli Papua sukses dalam asuhannya.
“Dalam membina dan mendidik anak-anak di asrama maupun di Panti Asuhan sebelumnya di Jayapura, dia sungguh menampilkan hidup kesederhanaannya dan mendidik serta membimbing mereka dengan cinta,” ujarnya.
Pastor Stef mengucapkan terimakasih kepada semua umat yang hadir pada misa requiem kemarin. “Mewakili teman-teman dari Ordo Fransiskan saya ucapkan terimakasih kepada umat yang sudah hadir dalam misa ini,” tuturnya.

Usai misa umat berkumpul untuk berdoa di depan peti jenazah memohon keselamatan jiwanya. (epy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.