Peringati Hari Cuci Tangan Sedunia, SDIT Permata Papua Deklarasikan Cuci Tangan Pakai Sabun

“Sangat penting untuk memiliki kebiasaan pola hidup bersih dan sehat karena hidup bersih bagian dari iman dan ketika kita melakukan kebersihan itu sesungguhnya kita akan menjadi orang yang dicintai Allah”

Foto: Santi/TimeX
MENCUCI – Murid SDIT Permata Papua praktek mencuci tangan yang benar dengan air mengalir, Selasa (15/10).

TIMIKA,TimeX

Memperingati hari cuci tangan sedunia, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Papua mengadakan apel bersama dibarengi dengan deklarasi gerakan cuci tangan pakai sabun bagi seluruh siswa-siswi sekolah itu, Selasa (15/10).

Selain apel bersama juga tilawah atau mengajak kebaikan termasuk cuci tangan dalam kebaikan. Ada pula sosialisasi tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun dan membilas dengan air mengalir.

“Kegiatan yang diikuti ratusan siswa tersebut selain dalam rangka Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang diperingati setiap tanggal 15 Oktober, juga untuk menanamkan sejak dini perilaku hidup bersih dan sehat agar mengurangi risiko penularan penyakit,” tutur Witry, Kepala SDIT Permata Papua saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Selasa (15/10).

Witry mengatakan, pentingnya cuci tangan supaya anak-anak dapat menjaga kebersihan, hidup sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit, misalnya diare, batuk, pilek, sakit mata, Ispa dan lain sebagainya.

Ia berharap, jika semua sehat maka akan produktif melakukan kebaikan-kebaikan, murid-murid juga akan bisa belajar dengan nyaman, konsentrasi dan prestasinya turut meningkat.

“Berdasarkan buku panduan tentang sanitasi dari kementerian itu, bahwa cuci tangan pakai sabun ini ternyata mempengaruhi kesehatan anak dan kehadiran anak-anak di sekolah sampai 51 persen, makanya kita juga melaksanakannya,” tutur Witry.

Ia mengemukakan, ada enam poin kapan saja harus cuci tangan disaat penting, yakni sebelum makan, setelah buang air besar dan buang air kecil, setelah bermain, setelah memegang hewan, setelah batuk, bersin atau membuang lendir dari hidung dan setiap kali tangan terlihat kotor.

Semua itu kata Witry, sudah langsung dikampanyekan ke seluruh siswa kelas 1 hingga 6 SD. Bahkan langsung mempraktekkan cuci tangan yang benar dengan tujuh langkah. Cuci tangan yang benar dengan tujuh langkah yakni,  basahi tangan, berikan sabun, gosok telapak tangan, gosok punggung tangan kanan dan kiri, gosok sela-sela jari, ujung jari dan dibasuh dengan air mengalir.

“Sangat penting untuk memiliki kebiasaan pola hidup bersih dan sehat karena hidup bersih bagian dari iman dan ketika kita melakukan kebersihan itu sesungguhnya kita akan menjadi orang yang dicintai Allah,” ujarnya.

Untuk menjaga semua sarana sanitasi sekolah termasuk di toilet, ia mengajak supaya anak-anak dan guru-guru punya kesadaran menjaga dan merawat kebersihannya jangan sampai boros air.

“Cuci tangan ini tidak hanya untuk kita sendiri tapi masing-masing kita harus menjadi duta agen penyeru bagi orang-orang terdekat kita,” ungkapnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.