270 Pengusaha OAP Siap Bersaing

Foto : Shanty/TimeX
MEMAKAIKAN-Vincent Oniyoma, Ketua KAPP Mimika memakaikan helm proyek kepada salah satu pengusaha OAP sebagai peserta uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Aula Bobaigo Keuskupan Timika, Jumat (18/10).

TIMIKA,TimeX

Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, agar mampu bersaing dengan pengusaha non Papua, sebanyak 270 pengusaha Orang Asli Papua (OAP) mengikuti uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi.

Kegiatan fasilitasi serta uji sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi yang melibatkan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, ini merupakan kerjasama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (DPUPR) bersama Badan Pengurus Daerah Kamar Adat Pengusaha Papua (BPD-KAPP) Mimika.

Kegiatan yang melibatkan ratusan pengusaha OAP, itu digelar di Aula Bobaigo Keuskupan Timika, Jumat (18/10).

Vincent Oniyoma, Ketua KAPP Mimika dalam sambutannya mengatakan, uji sertifikasi baru pertama kali digelar, dengan harapan pengusaha OAP ke depannya bisa dan siap bersaing dengan memenuhi standar sertifikasi dalam melaksanakan usahanya.

“Kami tidak memiliki pengusaha, tapi kami punya syarat pendukung usaha, salah satunya melalui uji sertifikasi. Kami tau kondisi lapangan di Mimika perlunya syarat sertifikasi sehingga jadi pertimbangan bagi pengusaha Papua untuk mendapatkan paket kegiatan yang nilai anggarannya besar,” ungkap Vincent.

Melalui kegiatan ini, KAPP ikut mendukung pengusaha Papua untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah melalui program kegiatan pembangunan yang dikerjakan oleh pengusaha Papua.

Pasalnya, sudah ada ketentuan regulasi dari Pemerintah Pusat yang diturunkan ke Pemerintah Papua, termasuk Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur besaran anggaran atau paket pekerjaan senilai Rp1-2 miliar bagi pengusaha OAP.

Adapun syarat ketentuan, setidaknya pengusaha Papua mengantongi sertifikasi sebagai syarat utama mengambil haknya.

“Kerjasama uji sertifikasi ini sangat bagus sekali karena membantu pengusaha OAP. Ke depan kita harus jadi subjek pembangunan. Timika merupakan kota industri sehingga kita harus siap secara matang. Ke depan kita tidak hanya dapat paket pekerjaan dari pemerintah semata, tapi bisa juga dari PT Freeport,” tandasnya.

Sementara, Yusuf Racman Kepala Balai Konstruksi Wilayah VII Jayapura mengatakan, kegiatan uji sertifikasi menjadi satu kebanggaan bagi pengusaha OAP, bahwa Balai Konstruksi tidak menutup mata untuk pengusaha asli setempat.

“Kita semua punya hak memperoleh pekerjaan yang layak, hidup yang layak dan lain sebagainya. Pastinya di lapangan kita punya pengalaman masing-masing dan harus mampu bersaing dengan pengusaha dari luar,” pesan Yusuf.

Ia menyebutkan, dari 270 pengusaha asli Papua di Mimika, jumlah ini harus terus ditingkatkan.

Ia pun mengimbau Pemkab Mimika untuk mengalokasikan dana pembinaan ke perusahaan Papua, dan juga memberikan pelatihan melalui kerjasama lintas sektor.

“Mudah-mudahan usul saran ini bisa diakomodir Pemda setempat di 2020,” tukasnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.