Pelaku dan Penadah Curanmor Dibekuk, Tujuh Unit Sepeda Motor Diamankan

CURANMOR

Foto : Rina/TimeX
PERAGAAN- Satu pelaku memperagakan adegan Curanmor saat gelar press release di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Senin kemarin.

>> Satu Pelaku Curanmor Tersangkut Kasus Pemerkosaan

TIMIKA, TimeX

Jajaran Polres Mimika terus menguak para pelaku kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang terjadi di Timika.

Dari informasi lapangan yang diterima pada Jumat (1/11) lalu, pihak kepolisian setempat berhasil membekuk dua pelaku Curanmor berinisial JT  (17) dan AK alias N (16) yang masih di bawah umur, serta seorang penadah berinisial AR.

Ketiganya diamankan di lokasi yang berbeda-beda.

Dari tangan pelaku dan penadah, polisi berhasil mengamankan tujuh unit sepeda motor.

Demikian dikatakan Kompol I Nyoman Punia selaku Wakapolres Mimika saat gelar press release di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Senin (4/11).

Dijelaskannya, pada Jumat (1/11) malam lalu sekitar pukul 19:30 WIT, pihaknya  mendapat laporan dari masyarakat kalau pelaku JT sedang berada di kawasan Pasar Damai.

Saat itu juga tim Opsnal Polres Mimika langsung menuju lokasi dan berhasil menangkap JT pada pukul 23:30 WIT.

JT ditangkap saat sedang berdiri di salah satu Rumah Toko (Ruko).

Dari pengembangan hasil interogasi, JT mengungkap keterlibatan AR selau pemilik bengkel sepeda motor di Jalan Ki Hajar Dewantara, merupakan penadah sepeda motor hasil curian.

“Dari keterangan JT, kami berhasil amankan tujuh motor dari bengkel milik AR,” kata I Nyoman.

Selain AR, dari keterangan JT, kepolisian setempat juga berhasil mengamankan pelaku Curanmor berinisial AK di kawasan Kwamki Narama.

Dari keterangan hasil penyelidikan dan penyidikan JT dan AK, keduanya mengaku tidak sendiri beraksi, tetapi masih ada dua pelaku lain, yaitu K dan P yang telah ditetapkan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh Polres Mimika.

JT dan AK selama melancarkan aksi Curanmor hanya  menggunakan kunci letter T untuk membuka kunci sepeda motor, kemudian membuka setir motor yang dicuri.

“Kalau K dan P itu berperan mengamati situasi dan hanya stand by di motor pelaku. Kalau berhasil motor hasil curian langsung dibawa ke bengkel AR si penadah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, tujuan JT dan AK mencuri motor adalah untuk keperluan sehari hari.

JT dan AK pun mengaku sepeda motor Yamaha matic ini paling gampang dicuri karena tinggal dipatahkan setirnya dan sambung kabel, motor langsung dibawa kabur.

“Ini mungkin jadi perhatian agar pihak produsen lebih menjamin pengamanannya,” harap I Nyoman.

Terhadap proses hukum lanjut ketiga pelaku yang telah ditetapkan tersangka ini dikenakan pasal berbeda.

JT dan AK dijerat Pasal 363 ayat 1 KUH Pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Sedangkan AR si penadah didakwa Pasal 480 ayat 1 KUH Pidana dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Dengan diamankannya barang bukti tujuh sepeda motor, I Nyoman mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan bisa membawa kelengkapan kendaraan untuk dicocokan.

Ditempat yang sama, AKP I Gusti Agung Ananta selaku Kasat Reskrim Polres Mimika menambahkan, JT dan AK, kedua anak di bawah umur ini sudah 10 kali melancarkan aksi Curanmor.

Adapun dari 10 kali beraksi, semua hasil Curanmor diberikan ke si penadah AR.

“Dia (AR) jual kepada masyarakat umum dengan harga Rp3-4 juta tanpa dokumen, termasuk nomor rangka dan Nosin (nomor mesin) dihapus,” katanya.

Dari tambahan tujuh unit, saat ini sudah ada 13 unit sepeda motor hasil curian diamankan Polres Mimika.

 AK Tersangkut Kasus Pemerkosaan

Dengan ditangkapnya dua pelaku Curanmor (JT dan AK), jajaran Polres Mimika pun berhasil membongkar kasus pemerkosaan.

Dari hasil pengembangan penyidikan, AK alias N terungkap sebagai DPO kasus pemerkosaan.

Ini berdasarkan laporan polisi yang diadukan korban berinisial MAG.

Dalam laporanya MAG menyebut ada tiga orang yang memperkosanya termasuk AK anak dibawah umur.

AK bersama dua rekannya, yaitu K dan N (status DPO) melakukan pemerkosaan terhadap korban setelah melancarkan aksi Curanmor.

“Katanya waktu itu mereka  masuk ke salah satu rumah dan ketemu seorang ibu sedang sendirian di dalam rumah sehingga timbul niat bejat,” ungkap I Gusti.

Dimana pihak penyidik telah mengamankan barang bukti, yaitu celana dan baju milik korban.

Kasus pemerkosaan ini berawal ketika ketiga AK bersama dua rekannya masuk ke wilayah Kelurahan Timika Jaya SP2 untuk melakukan penjambretan.

Waktu itu ketiga pelaku memasuki rumah korban setelah berhasil mencungkil pintu belakang.

Merekapun mengancam korban dengan pisau dan memperkosanya.

“Dengan kami amankan AK, dua temannya yang DPO tinggal kita kembangkan penyelidikannya,” tandas I Gusti. (aro)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.