Tim Pemekaran Kebut Pembentukan Provinsi Papua Tengah

SERAHKAN- Tim Pemekaran Papua Tengah menyerahkan dokumen kepada Gubernur Papua Lukas Enembe.

>>Dapat Persetujuan Gubernur Papua dan Temui DPD RI

TIMIKA, TimeX

Menindaklanjuti kesepakatan pembahasan guna mempercepat proses pemekaran Provinsi Papua Tengah, tim pemekaran menemui Gubernur Papua, Lukas Enembe, dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Pertemuan dengan Gubernur Papua dilangsungkan  di Plaza Senayan Jakarta, Selasa (5/11).

Pertemuan waktu itu dihadiri langsung Bupati Nabire Isaias Douw selaku Ketua Tim Pemekaran, dan Wakil Ketua Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

Hadir pula Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, Bupati Paniai Mecky Nawipa, Wakil Bupati Paniai Oktopianus Gobay dan Wakil Bupati Deiyai, Hengky Pigai.

Pertemuan tim guna meminta persetujuan dari Gubernur Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP) serta DPRP untuk kelengkapan dokumen sebagai salah satu syarat pemekaran Provinsi Papua Tengah.

PERTEMUAN – Tim Pemekaran Papua Tengah saat bertemu DPD RI di gedung parleman.

Melalui press release yang diterima Timika eXpress,  Eltinus Omaleng, Bupati Mimika menjelaskan bahwa timnya sudah menyerahkan dokumen dan diterima langsung Gubernur Papua.

“Bahkan Gubernur langsung respon baik dan akan memberi rekomendasi pemekaran,” terang Eltinus.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Eltinus, juga dikatakan bahwa wilayah adat La Pago tidak bergabung dengan Mee Pago, terkait adanya usulan pemekaran Provinsi Pegunungan Tengah Papua.

Disamping itu, kata Eltinus, setelah dokumen rekomendasi diserahkan oleh Gubernur Papua, tim pemekaran akan bertemu dan menyampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri, Jendelal (Purn) Tito Karnavian.

Terkait itu, tim sendiri sebenarnya sudah dijadwalkan bertemu Mendagri, namun mantan Kapolri itu mendadak dipanggil Presiden Joko Widodo sehingga pertemuan ditunda dan akan dijadwalkan ulang.

Adapun seusai pertemuan bersama Gubernur Papua, tim pemekaran juga menemui Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Tim diterima oleh Abdul Kholik selaku Wakil Ketua Komite DPD RI, Anggota DPD RI yang juga Anggota Pansus Papua Oktopianus Tebai dan Philep.

Dalam rapat dengar pendapat dengan DPD RI, tim pemekaran meminta dukungan agar Provinsi Papua Tengah bisa secepatnya dibentuk.

Adapun permintaan dukungan pembentukan Provinsi Papua Tengah ini ditindaklanjuti setelah tim pemekaran menyepakati empat poin kesepakatan melalui pertemuan di Timika pada, Jumat (1/11) lalu.

Dimana 4 poin dukungan diantaranya:

  1. Mendukung sepenuhnya Provinsi Papua Tengah, sebagaimana tercantum dalam Undang undang nomor 45 tahun 1999 tentang Pembentukan Propinsi Irian Jaya Tengah, Propinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong.
  2. Menyetujui Ibu kota Papua Tengah berkedudukan di Mimika, sebagaimana pasal 14 ayat (1) Undang undang nomor 45 tahun 1999, tentang Pembentukan Propinsi Irian Jaya Tengah, Propinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong.
  3. Para Bupati telah sepakat bahwa wilayah adat Meepago telah sepakat calon Provinsi Papua Tengah yang terdiri dari Kabupaten Mimika, Nabire, Paniai, Deyai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak.
  4. Dengan ditandatanganinya berita acara kesepakatan ini Provinsi Papua Tengah dinyatakan secara resmi dideklarasikan. (*/vis)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.