Pengerukan dan Normalisasi Tiga Sungai Telan Rp2,1 Miliar

Foto: Antonius Djuma/TimeX
Nataniel Sapan

TIMIKA,TimeX
Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika melakukan kegiatan peningkatan, pembersihan dan pengerukan tiga sungai atau kali di wilayah Kota Timika menelan Rp2.194.500.000,00. Sumber dananya dari APBD Induk Kabupaten Mimika tahun 2019.
Demikian disampaikan Nataniel Sapan, Kepala Seksi Operasional dan Pemiliharaan Bidang SDA PUPR saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Rabu (6/11).
Natan menjelaskan dari besaran pagu anggaran ini untuk normalisasi sungai di Kelurahan Dingo Narama sampai Kelurahan Koperapoka mulai dari Masjid belakang eks Pasar Swadaya Jalan Bougenville senilai Rp 953.300.000,00. Pekerjaan ini dengan nomor kontrak: 602.1/690 dengan tanggal 16 September 2019 dan dikerjakan oleh CV Sasem Mandiri. Kemudian pengerukan sungai di belakang Kantor Pos dengan anggaran Rp667.700.000,00. Nomor kontrak: 602.1/689, tertanggal 16 September 2019 dikerjakan oleh CV Jakoko. Dan peningkatan, pembersihan dan pengerukan sungai SP 2 (0,6 Km) dengan anggaran Rp573.500.000,00. Nomor kontrak: 602.1/691, tertanggal 16 September 2019, dikerjakan oleh CV Amori Indah. Tiga paket pekerjaan ini dengan masa kerja 90 hari atau tiga bulan.
“Kontraknya memang sejak Juli lalu namun baru dikerjakan sekitar Oktober dan batas akhir sebelum 15 Desember harus sudah selesai,” ujarnya.
Ia mengatakan besarnya alokasi anggaran pengerukan dan normalisasi sungai ini berda-beda disesuaikan dengan panjang bentangan yang mau dibersihkan.
Ia mengemukakan rata-rata normalisasi ini lebih pada bersih sampah-sampah plastik dan botol kaca yang mengendap cukup lama setelah dibuang oleh warga membuat aliran air menjadi tersumbat. Semua sampah setelah dikeruk langsung diangkut menggunakan mobil oleh kontraktor buang di TPA Iwaka. Selain sampah katanya, banyak juga warga membangun kandang ternak babi di bentangan sungai dan minta dipindahkan supaya tidak menghambat proses pembersihan.
Ia juga mengaku kendala ditemukan di lapangan pada saat pembersihan kadang warga sekitar menolak jika tidak melibatkan mereka dalam pekerjaan itu. Namun untuk kali ini bisa berjalan baik.
Natan mengharapkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bentangan sungai supaya jangan membuang langsung sampah-sampah rumah tangga di kali, sebaiknya sampah itu dikumpul lalu dibuang di tempat-tempat pembuangan sampah sementara untuk diangkut oleh petugas kebersihan Dinas Lingkunga Hidup (DLH).
Menjaga kebersihan ujarnya, tugas semua warga Mimika bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Pantauan media ini kondisi tumpukan sampah botol plastik aqua dan kresek di Jalan Bougenvil sudah dibersihkan. (tio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.