Peringatan Maulid Nabi Diwarnai Festival Hadro

“Dalam kurun waktu tiga tahun majunya Hisbi kami telah melaksanakan peringatan Maulid Nabi yang di mana momentum Maulid Nabi itu adalah dirasa tepat untuk kami melaksanakan kegiatan seni budaya. Majunya Hisbi tidak lepas dari dukungan BKMT Mimika selaku organisasi induk Hisbi. Festival ini lebih mengarah kepada sebuah kegiatan yang punya nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan”

Foto: Santi/TimeX
MENGHADIRI – Ibu-ibu muslim peringati Maulid Nabi di Aula Masjid Agung Babussalam, Sabtu (9/11).

TIMIKA,TimeX
Peringatan Maulid Nabi diwarnai festival hadro oleh Himpunan Seni Budaya Islam (Hisbi) Mimika yang diikuti 10 majelis talim, Sabtu (9/11). Acara ini dipusatkan di Aula Masjid Agung Babussalam, dengan tema “Melalui Seni Budaya Islam, Kita Membentuk Generasi Penerus yang Berakhlakul Karimah dan Cinta Kepada Nabi”.
H Muhammad Tahir dalam ceramahnya menekankan semua penduduk dari langit ke 7 datang untuk melihat lahirnya Nabi SWA dari seorang manusia yang terpilih yakni Siti Hawa. Saat Muhammad lahir diriwayatkan Ibnu Sa’ad Ahmad Ibn Hanbal Darini, cahaya menerangi istana-istana di Rum.
“Memaknai salah satu kisah Maulid Nabi ini dengan siapa pun yang dekat kepada Nabi Muhammad akan diberi kelancaran mengarungi kehidupan,” kata Muhammad.
Muhammad mengatakan, peringatan Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi dapat dijadikan momentum untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah.
Sementara, Hj Nuryati, Ketua BKMT Mimika dalam sambutan mengatakan, organisasi ini berfungsi sebagai media pemberdayaan, pembinaan dan pengembangan seni budaya islam. Dalam rangka itu untuk mewujudkan manusia seutuhnya diperlukan suatu upaya seni budaya islam sehingga dapat tampil sebagai manusia memiliki kemampuan dan memadukan antara kehidupan dunia dan akhirat.
Seni budaya yang islami adalah merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam rangka menata dan mempersiapkan diri dalam kehidupan bermasyarakat agar tidak terganggu dengan ragam seni budaya yang tumbuh dan berkembang tanpa dibatasi oleh nilai-nilai islam yang cenderung kesesatan.
“Kalau bisa anak-anak remaja kita libatkan agar meneruskan generasi kita dengan budaya yang positif dan mereka tidak terjerumus pada kegiatan yang negatif,” tutur Nuryati.
Nuryati menyadari bagaimanapun keberhasilan dan kesuksesan ini tetap jangan lupa kesuksesan di rumah sebagai ibu rumah tangga jauh lebih penting, jangan sampai melupakan kodrat sebagai ibu rumah tangga yang sebagai ibu untuk mengurus anak-anak dan sebagai istri untuk mendampingi suami di rumah.
Selanjutnya, Ajun Maskat, Wakil Ketua Hisbi Mimika dalam sambutan mengatakan, tiga tahun belakangan hisbi ini mengalami peningkatan luar biasa. Ini semua karena kegiatan-kegiatan Hisbi tidak hanya berfokus atau monoton pada seni budaya islam saja tetapi banyak acara sosial yakni Hisbi ikutsertakan, sehingga Hisbi memiliki ruang belajar untuk lebih maju dan solid dalam berorganisasi.
“Dalam kurun waktu tiga tahun majunya Hisbi kami telah melaksanakan peringatan Maulid Nabi yang di mana momentum Maulid Nabi itu adalah dirasa tepat untuk kami melaksanakan kegiatan seni budaya. Majunya Hisbi tidak lepas dari dukungan BKMT Mimika selaku organisasi induk Hisbi. Festival ini lebih mengarah kepada sebuah kegiatan yang punya nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan,” ungkapnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.