Pasang 73 Batang Sheet Pile dan Bronjong Irigasi Piuka SP 5 Telan Rp3 Miliar

“Memang awal dibangun airnya masih bisa mengalir setelah sekian lama kemungkinan debit airnya mulai surut sudah tidak bisa mengalir ke sawah. Mengatasi kekeringan maka para petani mengambil langkah bor sumur baru salurkan ke sawah atau menyedot menggunakan mesin dari irigasi, namun sama saja tidak bisa menjawabi kebutuhan petani”

Foto: Ist./TimeX
RATAKAN – Excavator milik CV Hotka Timika Putra sementara meratakan tumpukan tanah di area Irigasi SP 5 beberapa waktu lalu.

TIMIKA,TimeX
Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika merehab Irigasi Piuka SP 5 menelan Rp3 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Proyek ini dikerjakan oleh CV Hotka Timika Putra.
Demikian disampaikan Nataniel Sapan, Kepala Seksi Operasional dan Pemiliharaan Bidang SDA PUPR saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya pekan lalu.
Nataniel menjelaskan pengerjaan rehabilitasi berupa pemasangan 73 batang sheet pile dari baja atau dinding penahan air kiri kanan sepanjang kurang lebih sekitar 200 meter, sementara sebagiannya bronjong.
“Kita arahkan air supaya bisa masuk di bendungan semua, karena selama ini bendungan berada di bawah sawah dan saluran mengalir air ke sawah lebih tinggi, maka air tidak bisa mengalir. Sekarang kita blok supaya air tertampung, permukaan air naik lebih tinggi biar mudah mengalir masuk ke sawah,” paparnya.
Ia mengatakan dulu memang sudah ada irigasinya. Namun dalam perjalanan debit airnya surut maka tidak bisa mengalir ke sawah. Sekarang setelah direhab air sudah bisa masuk sawah. Pengerjaan sudah dimulai sejak Agustus lalu dan sesuai kontrak harusnya sudah selesai Oktober tetapi addendum waktu hingga sampai 30 November. Ini sudah termasuk pada masa pemeliharaan.
“Tahun ini Operasional dan Pemeliharaan (OP) Irigasi Bidang Sumber Daya Air (SDA) hanya dua kegiatan. Selain irigasi SP 5 dan kegiatan peningkatan, pembersihan dan pengerukan tiga sungai atau kali di wilayah Kota Timika menelan Rp2.194.500.000,00. Sumber dananya dari APBD Induk Kabupaten Mimika tahun 2019,” jelasnya.
Sementara untuk tahun 2020 ujarnya, untuk irigasi tidak mendapat alokasi DAK dan APBD Mimika.
“Karena pada pembahasan DAK tahun kemarin kita tidak ikut. Sama halnya dengan APBD tidak usul. Alasan tidak usulkan karena kita punya pertimbangan kita mau lihat fungsionalnya dulu apa yang sudah dibangun ini. Jangan kita terus-terusan usul kebutuhan tapi tidak difungsikan nanti dananya mubazir juga. Kita lihat dulu irigasi di SP 5 dan SP 7 fungsionalnya bagus baru kita usulkan daerah di irigasi baru di SP 6 dan SP 9,” paparnya.
Irigasi di SP 6 dan SP 9 katanya, sudah dibuatkan perencanaannya oleh PUPR namun belum usulkan anggarannya.
“Kita hanya usul pemeliharan OP saja untuk pembuatan pengairan atau saluran sekunder ke sawah-sawah bagi petani di SP7. Kita usul dalam KUA-PPAS senilai tiga miliar,” tuturnya.
Ia menambahkan terjawabnya pembangunan rehabilitasi irigasi SP 5 ini selain berdasarkan hasil monitoring Bidang SDA PUPR juga atas pengaduan dari petani setempat termasuk menindaklanjuti hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura.
“Memang awal dibangun airnya masih bisa mengalir setelah sekian lama kemungkinan debit airnya mulai surut sudah tidak bisa mengalir ke sawah. Mengatasi kekeringan maka para petani mengambil langkah bor sumur baru salurkan ke sawah atau menyedot menggunakan mesin dari irigasi, namun sama saja tidak bisa menjawabi kebutuhan petani,” katanya.
Ia memastikan adanya pengerjaan ini setidaknya turut menjawabi keluhan petani akan kesulitan air mengairi sawah.
“Memang dari Dinas Pertanian sudah sampaikan kepada kita. Ini juga salah satu respons usulan dari mereka. Ini kerja sifatnya lintas sektor. Jadi kita yang urus irigasinya dan Dinas Pertanian mengurus membina petani sawah,” pungkasnya. (tio)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.