Mitoro: LPMAK Berubah jadi Yayasan Harap Lebih Mandiri

“Kita mau supaya milik pribadi ini harus ada dilegalitas. Pertama sehingga ketika beralih menjadi yayasan, maka pemerintah mengeluarkan ijin aset ini menjadi aset milik yayasan”

Foto: Dok./TimeX
Dominikus Mitoro

TIMIKA,TimeX
Dominikus Mitoro, ketua tim transisi pembentukan yayasan menekankan LPMAK berubah status hukum menjadi yayasan dengan satu harapan besar lebih mandiri kedepannya dalam mengelola dana satu persen dari PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk membiayai tiga bidang utama yakni pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Hal ini Mitoro sampaikan saat dihubungi Timika eXpress via ponselnya pada pekan lalu.
Putra Kamoro ini pada prinsipnya sangat setuju adanya perubahan LPMAK menjadi yayasan. Ia beralasan selama ini aset-aset lembaga baik bergerak dan tidak bergerak merupakan milik perorangan, yaitu sekretaris eksekutif.
“Kita mau supaya milik pribadi ini harus ada dilegalitas. Pertama sehingga ketika beralih menjadi yayasan, maka pemerintah mengeluarkan ijin aset ini menjadi aset milik yayasan,” tuturnya. Tujuan kedua ujarnya, adalah yayasan ini harus mandiri, dalam pengertian tidak meminta uang terus kepada Freeport namun dengan aset yang ada jika digunakan oleh perseorangan atau badan ketika disewakan bisa menghasilkan uang dalam membantu pengembangan masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada Freeport. Dan program-program yang diterapkan oleh yayasan ke depan diharapkan lebih pada menjawab kebutuhan masyarakat Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan.
Ia mengemukakan untuk menjalankan program pendidikan seperti pendidikan, ekonomi dan kesehatan yang selama ini berjalan kedepan harus rubah sistemnya. Misalnya, bidang ekonomi harus membangun kerjasama dengan pemerintah supaya masyarakat betul-betul disentuh dalam program pengembangan ekonomi masyarakat. Selama beberapa puluh tahun ujarnya, masyarakat tidak merasakan manfaat dari LPMAK dari anggaran ekonomi yang dikucurkan.
“Justru sasaran kita adalah betul-betul menyentuh masyarakat jika telah menjadi yayasan. Infrastruktur boleh dibangun tapi untuk pengembangan masyarakat juga menghasilkan pendapatan untuk masyarakat itu sendiri,” katanya.
Ia mencontohkan pelabuhan yang dibangun juga kapal, jika digunakan harus disewa untuk pemasukan kepada masyarakat sehingga menambah anggaran program peningkatan ekonomi masyarakat.
“Program pendidikan selama ini kita melihat tidak terlalu mendetail, sehingga mahasiswa dan pelajar kita sekarang sistemnya kita mendata mereka. Seperti mahasiswa yang tingkat terakhir didata, dan sistem beasiswa yang sudah berjalan ini tidak terkontrol, sehingga ada mahasiswa yang dilabel mahasiswa abadi masih dibiayai,” jelasnya. Bagi mahasiswa beasiswa harus ada target empat tahun harus sudah selesai, jika ditambah mengambil S2 baru dibiayai, jika tidak sesuai target maka dikembalikan kepada orangtua membiayai sendiri.
“Sekarang ini kita harus kerja untuk kepentingan masyarakat akar rumput bukan pribadi,” katanya.
Beralihnya LPMAK menjadi yayasan sudah dicetuskan di Makassar tertanggal 13 Juni bersama PTFI, LPMAK, BTBM. Pada pencetusan ini Freeport telah menyetujui, sedangkan pemerintah sudah menyurati dan disetujui. Namun sosialisasi terkait LPMAK sudah diganti menjadi yayasan memang belum.
“Saat ini sedang dilakukan tes-tes dan tanggal 15 sudah akan ada nama juga pengurus untuk lembaga nanti. Maka di Januari akan perekrutan karyawannya, dan akan diumumkan untuk pendaftaran dan seleksi dan ditempatkan sesuai dengan posisi karyawan yang dibutuhkan,” ujarnya. (a32)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.