PT AEA Diadukan ke Polres Mimika Atas Dugaan Penggelapan SIP

“Saya laporkan ke Polres Mimika karena selama ini saya sudah berusaha menanyakan dengan baik-baik dimana keberadaan STR dan SIP asli saya yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Mimika, namun jawabannya membuat kecewa hingga akhirnya saya ambil jalur ini”
TIMIKA,TimeX
Dokter Indah Jelita Rumambi Umboh, Sp.B mengadukan PT Alas Emas Abadi (AEA) Tembagapura ke Polres Mimika atas dugaan penggelapan Surat Ijin Praktek (SIP) yang asli, padahal dr Indah sudah tidak lagi bekerja sebagai dokter spesialis bedah di PT AEA Tembagapura.
Pasalnya, dr Indah Jelita Rumambi Umbo, Sp.B berdasarkan surat keterangan kerja dari perusahaan mulai bekerja sejak tanggal 16 Juni 2017 sampai 18 Maret 2019 diberhentikan secara sepihak oleh PT AEA Tembagapura.
Karena, saat itu dokter Indah sedang melayani pasien namun didesak untuk bertemu dengan pimpinan dengan segera untuk menandatangani surat karena tidak lagi diperpanjang kontrak.
“Saya laporkan ke Polres Mimika karena selama ini saya sudah berusaha menanyakan dengan baik-baik dimana keberadaan STR dan SIP asli saya yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Mimika, namun jawabannya membuat kecewa hingga akhirnya saya ambil jalur ini,” tutur dr Indah Jelita Rumambi Umboh kepada wartawan pada jumpa pers di seputaran Jalan Sam Ratulangi, Senin (11/11).
Setelah ditelusuri dirinya mendapati SIP atas nama dirinya terbit sejak 28 Februari 2017, sementara saat itu dr Indah belum bekerja di PT AEA Tembagapura yang saat itu masih memakai nama RS International SOS. Karena itu ia mempertanyakan mengapa SIP tersebut bisa terbit atas nama dirinya?
Sedangkan, berdasarkan surat keterangan kerja yang ditandatangani oleh Herry Tular menerangkan periode bekerja dimulai 16 Juni 2017 hingga 18 Maret 2019. Sehingga, secara de facto dan de jure telah melakukan perbuatan melawan hukum karena saat itu dr Indah belum bekerja di PT AEA Tembagapura namun ada penerbitan SIP atas nama dirinya.
Ironisnya, dokter Indah menerima pesan gambar dari kuasa hukumnya tentang pencabutan ijin praktek yang mengacu pada Permenkes nomor 2055 tahun 2011 pasal 32 yang berbunyi kepala Dinas Mimika dapat mencabut SIP dokter dan dokter gigi tempat prakter tidak sesuai lagi dengan SIP.
“Akibat dari itu rumah sakit tempat saya kerja sekarang di Bali mempertanyakan kredibilitas saya sebagai dokter spesialis bedah apakah ada pelanggaran yang berkaitan dengan kode etik profesi. Akhirnya saya ambil langkah ini untuk membuktikan bahwa saya tidak menerima SIP dan STR saya dan ini sama saja telah mencemarkan nama baik saya. Bahkan, bukan hak PT AEA dan Dinkes Mimika untuk mencabut ijin praktek saya,” jelas Indah.
Indah meminta PT AEA harus meminta maaf kepadanya karena sudah mendiskreditkan dirinya secara tidak pantas sebagai dokter yang pernah bekerja di RS PTFI. PT AEA juga harus memulihkan nama baik dokter Indah sebagai dokter spesialis bedah dengan cara menuliskan surat keterangan kerja dengan konsep aturan kerja atau penilaian kinerja.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, redaksis belum berhasil meminta klarifikasi dari pihak PT AEA selaku yang terlapor. (san)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.