BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Seribu Kartu bagi Warga Mware-Minabua

“Jika biasanya perusahaan menyalurkan dana CSR untuk pembangunan fisik, ini perusahaan menyalurkan dalam bentuk nonfisik yakni memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja rentan berupa dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)”

Foto: Santi/TimeX
FOTO BERSAMA – Dedi Mulyadi, Kepala BPJS Ketenagakerjana didampingi I Nyoman Putu Arka, Asisten Bidang Administrsi Setda Mimik foto bersama usai menyerahkan kartu peserta di Kampung Mware, Jumat (22/11).

TIMIKA,TimeX
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Mimika menyerahkan seribu kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada warga Kampung Mware Distrik Mimika Timur dan Kampung Minabua Distrik Mimika Baru. Proses penyerahan secara terpisah berlangsung di masing-masing balai kampung ini oleh Dedy Mulyadi, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika, Jumat (22/11).
Warga di dua kampung tersebut sudah terdaftar sebagai pekerja informal selama tiga bulan oleh PT Sucor Securitas menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Rentan (GN Lingkaran).
Dedy Mulyadi, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika memberikan apresiasi kepada PT Sucor Securitas selaku perusahaan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk para pekerja rentan di dua kampung tersebut.
“Jika biasanya perusahaan menyalurkan dana CSR untuk pembangunan fisik, ini perusahaan menyalurkan dalam bentuk nonfisik yakni memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja rentan berupa dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” tutur Dedy.
Dedy mengatakan, warga di Kampung Mware kebanyakan bekerja sebagai nelayan namun ada juga yang berkebun dan di Kampung Minabua kebanyakan petani, tukang ojek dan lain sebagainya.
Dikatakan, dengan terdaftarkan peserta di dua kampung tersebut maka mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan jika terjadi risiko sosial ekonomi. Karena, melalui BPJS Ketenagakerjaan warga yang bekerja sebagai petani atau nelayan akan mendapat jaminan.
“Kami juga harap kepada desa di dua kampung ini bisa menghimbau kepada seluruh warganya untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami harap seluruh warga bisa terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Dedy.
Dijelaskan, BPJS Ketenagakerjaan melindungi seluruh pekerja tanpa melihat profesi atau jenis pekerjaannya. Apakah karyawan, buruh pabrik atau bahkan petani dan lain sebagainya tetap mendapatkan hak yang sama sesuai undang-undang.
Dimana, jika terjadi risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia maka akan ditanggung sepenuhnya dan mendapat santunan, termasuk dalam program tabungan hari tua dan pensiun. Contohnya, seperti kepada perangkat desa yang masih honorer mereka juga dapat memiliki layaknya ASN selama ini.
“Sudah banyak karyawan swasta yang mengikutsertakan karyawannya dalam program pensiun,” tuturnya.
GN Lingkaran BPJS Ketenagakerjaan adalah program untuk menggalang solidaritas dan kepedulian dalam bentuk dinasi iuran BPJS Ketenagakerjaan dari petani atau nelayan untuk dapat berpartisipasi dalam memberikan perlindungan kepada pekerja rentan yang belum memikirkan tentang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Diharapkan pasca tiga bulan peserta yang terdaftarkan dapat melanjutkan kepesertaan secara mandiri,” ungkapnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.