WKRI Harus jadi Garam dan Terang Dunia

“Tidak hanya jago kandang tetapi mampu melakukan peran yang lebih luas. Namun tidak melalaikan peran sebagai istri dan ibu di rumah. Ada ibu yang aktif tapi kurang perhatikan keluarga, tidak menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak. Peran ibu untuk anak-anak itu penting”

Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX
MENYEMATKAN – Pastor Andreas Madya, SCJ, Sekretaris Keuskupan Timika menyematkan tanda peserta kepada salah satu perwakilan peserta PWKRI DPD Keuskupan Timika di Hotel Timika Indah, Kamis (21/11).

TIMIKA,TimeX
Persatuan Wanita Katolik Republik Indonesia (PWKRI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Keuskupan Timika diharapkan mampu menjadi garam dan terang dunia.
Hal ini disampaikan Pastor Andreas Madya, SCJ, Sekretaris Keuskupan Timika dalam sambutannya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) PWKRI DPD Keuskupan Timika yang digelar di Hotel Timika Indah, Jalan Ahmad Yani, Kamis (21/11) pagi.
Ia mengatakan menilik tema dari kegiatan tersebut ‘meningkatkan kualitas WKRI dengan mengoptimalkan manajemen organisasi’, WKRI bukan hanya menjadi organisasi internal gereja tetapi mendunia, mampu menjadi garam dan terang dunia.
“Tidak hanya jago kandang tetapi mampu melakukan peran yang lebih luas. Namun tidak melalaikan peran sebagai istri dan ibu di rumah. Ada ibu yang aktif tapi kurang perhatikan keluarga, tidak menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak. Peran ibu untuk anak-anak itu penting,” kata Pastor Andreas mengingatkan.
Ia juga berpesan kepada WKRI DPD Keuskupan Timika untuk mengoptimalkan manajemen organisasi bukan hanya untuk mencari nama dan popularitas. “Harus jadi organisasi yang jelas, transparan, akuntabel dan jadi orang Katolik sejati,” pesannya.
Pastor Andreas membuka kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan tifa dan penyematan tanda peserta kepada dua perwakilan peserta.
Fransiskan Waker, ketua panitia kegiatan Rakorda PWKRI DPD Keuskupan Timika dalam laporannya mengatakan pelaksanakan kegiatan tersebut didasari anggaran dasar WKRI tahun 2013, Bab V tentang musyawarah, kuorum dan pengambilan keputusan: pasal 14 ayat 2b: rapat koordinasi tingkat daerah disebut Rakorda. Dasar pelaksanaan yang lain yakni rapat bersama dewan pengurus DPD Keuskupan Timika pada tanggal 10 Mei 2019, dan surat keputusan koorodinator presidium nomor: SKEP/02/DPD-TIMIKA/V/2019 tentang pembentukan panitia Rakorda.
Sementara itu maksud dilaksanakan kegiatan tersebut yakni menggalang kesatuan gerak dan langkah dalam mengelola organisasi secara tertib dan teratur, guna mewujudkan visi misi WKRI di seluruh cabang dan ranting se- wilayah kerja DPD Keuskupan Timika.
Serta meneguhkan iman guna meningkatkan spiritualitas dan kepekaan anggota WKRI terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar wilayah kerja DPD Keuskupan Timika. “Rakorda ini bertujuan melaksanakan tugas kewajiban organisasi sesuai ketentuan AD/ART yaitu meningkatkan manajemen organisasi WKRI di semua jenjang kepengurusan, dan pemutakhiran data anggota ditingkat cabang dan ranting,” katanya.
Ia menyebutkan peserta kegiatan sebanyak 90 orang terdiri dari pengurus DPD Keuskupan Timika 20 orang, pengurus DPC di wilayah Keuskupan Timika 36 orang, penasehat rohani 4 orang serta panitia pelaksana 30 orang.
“Namun kami undang juga dari FKUB Mimika, Bapak Ignatius Adii sebagai ketua, tokoh agama Kristen Protestan yang diwakili dari Gereja Pentekosta di Indonesia, Pendeta Sawaki, S.Th, dan Ibu Yuliana perwakilan dari Pengadilan Negeri Timika,” ujarnya.
Dikatakan dana yang digunakan dalam kegiatan tersebut merupakan bantuan dari Pemkab Mimika dan usaha panitia dengan cara yang sah dan tidak mengikat. “Terimakasih untuk semua pihak yang telah berkonstribusi sehingga acara ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Setelah pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Pastor Andreas Madya, SCJ, yang didampingi moderator Kristian Rahangiar. Kegiatan akan ditutup hari ini, Jumat (22/11) dengan misa syukur yang diadakan di tempat yang sama pada pukul 18.00 WIT. (epy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.