Warga Kamoro Jaya Palang Jalan Menuju Puskesmas Wania

“Setiap tahun kami bayar pajak terus, tapi tidak dapat pekerjaan fisik dari pemerintah. Padahal kami yang punya wilayah ini, harusnya pekerjaan ini kasih kami yang kerjakan, bukan kami jadi penonton saja”

Foto: Echie/ TimeX
NEGOSIASI – Evarardus Kukuareyau, Lurah Kamoro Jaya bersama aparat kepolisian saat negosiasi dengan warga untuk membuka kembali akses jalan yang dipalang, Jumat (29/11).

TIMIKA,TimeX
Merasa tidak puas beberapa warga di Kelurahan Kamoro Jaya SP 1, Distrik Wania melakukan aksi memalang akses jalan menuju Puskesmas Wania, Jumat (29/11).
Aksi damai mengagetkan warga sekitar ini berlangsung selama dua jam mulai pukul 13.00-14.00 WIT. Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika yang dianggap kurang adil tidak memberikan pekerjaan fisik yang tengah dikerjakan di wilayah tersebut kepada warta setempat.
Mereka palang menggunakan batang pohon besar yang sengaja ditebang di pinggir jalan tersebut. Atas penutupan jalan ini menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan dan warga yang melintas harus putar balik melewati jalan belakang Stadion Wania Imipi.
Ludi Marauta, salah seorang warga yang melancarkan aksi ini mengaku apa yang dilakukannya sebagai bentuk kekesalan terhadap pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang tidak pernah memberikan pekerjaan fisik kepada mereka. Terutama dirinya sebagai salah satu perempuan asli Kamoro yang mempunyai CV resmi berbadan hukum sementara setiap tahun rutin membayar pajak fiskal.
“Setiap tahun kami bayar pajak terus, tapi tidak dapat pekerjaan fisik dari pemerintah. Padahal kami yang punya wilayah ini, harusnya pekerjaan ini kasih kami yang kerjakan, bukan kami jadi penonton saja,” kritiknya.
Menurutnya, sesuai aturan pekerjaan proyek dengan nilai Rp 1 miliar ke bawah tidak perlu melalui proses tender melainkan penunjukan langsung kepada OAP, namun kenyataannya tidak demikian.
Ludi bersikeras tidak akan membuka akses jalan, jika dari Dinas PUPR tidak mengambil sikap untuk menyelesaikan persoalan ini.
Barnabas Kocu, salah satu warga menyampaikan pekerjaan peningkatan jalan yang sedang dikerjakan merupakan pekerjaan dari propinsi, yang diturunkan ke Dinas PUPR Kabupaten Mimika. Dan untuk pekerjaan saluran ini dibagi kepada putra daerah bukan dilelang, lewat sub-sub kontraktor senilai Rp. 11.000.000 dengan jarak 10 meter, namun tidak diberikan. Padahal nilai ini sangat kecil dan uang ini habis hanya belanja bahan.
Ia mengusulkan kepada pemerintah daerah agar kontraktor ketika ada pekerjaan masuk di salah satu wilayah harus melibatkan warga setempat, sehingga mereka tidak menjadi penonton, karena ini sangat menimbulkan kesenjangan sosial bagi OAP dan non Papua, dan ini menjadi pemicu masalahnya.
Di tempat yang sama, Everardus Kukuareyau, Lurah Kamoro Jaya disela-sela negosiasi bersama warga menyampaikan persoalan pekerjaan fisik ini dirinya tidak memiliki kewenangan. Namun akses jalan ini harus dibuka mengingat jalan yang dipalang terdapat fasilitas umum, baik Puskesmas dan kantor kelurahan, sehingga pelayanan terhadap masyarakat tetap dapat berjalan lancar.
Kejadian ini langsung mendapat respons cepat dari anggota Polres dan Polsek Mimika Baru. Selang beberapa menit kemudian polisi tiba lokasi kejadian.
Aipda Fuad, saat negosiasi dengan warga meminta palangan tersebut dibuka alasan jalan ini merupakan akses warga terutama juga ada fasilitas publik di sana.
Setelah mendapat penjelasan akhirnya jalan kembali dibuka dengan kesepakan bersama antara warga dan Kepala Kelurahan Kamoro Jaya, bahwa akan duduk bersama dalam waktu dekat dengan Dinas PUPR untuk menjawab aspirasi warga. (a32)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.