Antrean Panjang Kendaraan Masih Berlanjut di Enam SPBU

Antrean panjang kendaraan terus terjadi hampir di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Timika setelah kuota BBM, baik solar maupun premium dikurangi. Kini BBM jenis pertalite menyusul dikurangi kuotanya dari 16 kiloliter menjadi 8 kiloliter.

Foto:Maurits/TimeX
ANTRE-Terlihat antrean kendaraan saat pengisian pertalite di SPBU SP 2, Kamis kemarin.

>>Ketahanan Persediaan Premium Masih 18 Hari ke Depan

TIMIKA, TimeX

Antrean panjang kendaraan masih berlanjut di enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Timika setelah terjadi kelangkaan akibat pengurangan kuota tiga jenis BBM (Bahan Bakar Minyak), solar, premium, menyusul pertalite hingga Sabtu (30/11) dinihari tadi.

Ditengah masyarakat Mimika kesulitan mendapatkan BBM, khususnya premium dan pertalite sejak tiga hari lalu lantaran persediaan BBM di enam SPBU  menipis karena kendala teknis.

Situasi ini justru dimanfaatkan penjual BBM eceran jenis premium maupun pertalite. Mereka menjual dengan harga tinggi mencapai Rp30 ribu perbotol untuk ukuran 1.500 mililiter (1,5 liter).

Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat maupun pihak Jober Pertamina, yaitu terkait pengawasan pengisian BBM di setiap SPBU untuk mengatasi antrean panjang kendaraan akibat kelangkaan  BBM.

Pemerintah melalui Disperindag sebagai dinas terkait harus mengambil sikap tegas, yaitu menertibkan penjual BBM eceran, termasuk pertamini-pertamini yang masih marak, sehingga terjadi pemulihan pasokan BBM.

Akibat antrean panjang kendaraan hampir di semua SPBU di Timika hingga Jumat kemarin, pihak Pertamina berupaya memulihkan pasokan BBM jenis premium dengan memasoknya dua kali lipat dari pengiriman normal.

Pemulihan pasikan BBM ini cukup menjawab keluhan masyarakat meski terpakda mengantre kendaraannya di SPBU hingga Sabtu dinihari pukul 03:00 WIT sejak Jumat pagi kemarin.

“Kami pastikan tidak ada kelangkaan BBM. Persediaan premium di fuel terminal Jober Timika hingga Jumat kemarin 1.479 kiloliter, artinya ketahanan persediaannya hingga 18 hari ke depan. Bahkan pada Jumat kemarin dilakukan pengiriman normal ke 5 SPBU dari total 40 KL per hari menjadi 80 KL per hari,” kata Brasto Galih Nugroho, Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VIII Maluku-Papua PT Pertamina.

Bahkan, untuk benar-benar memulihkan antrean panjang kendaraan yang masih berlanjut, pihak Pertamina menambah lagi 16 KL pasokan BBM jenis premium ke enam SPBU di Timika.

“Rencana hari ini kami akan tambah lagi suplainya kalau belum mencukupi hingga situasi normal,” kata Brasto menambahkan kalau masyarakat mengeluh terkait penyaluran BBM, bisa menghubungi call center Pertamina di 135,” ungkapnya.

Selain kendala kapal yang memasok BBM belum masuk Timika, sebagaimana dikatakan Supriyanto, Pengawas Lapangan pada SPBU SP2, Brasto menambahkan tidak ada kelangkaan BBM, hanya kendala teknis yang menghambat distribusi BBM dari Jober ke SPBU-SPBU di Timika.

“Ini karena adanya aksi pemalangan jalan utama pada Senin 25 November oleh warga Kampung Kaugapu sehingga cukup menghambat jalur distribusi. (tim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.