Mobil Delta Zone Freeport Diteror Tembakan

Sehari jelang peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM), 1 Desember kembali terjadi teror penembakan di kawasan jalan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI). Satu unit kendaraan pengawalan Delta Zone dengan nomor lambung 01-4762 diteror tembakan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) saat melintas di Mile Point (MP) 60 RPU (Rote Patrol Unit) 47, Sabtu (30/11) sekitar pukul 15:50 WIT.

Foto : Ist/TimeX
PENGAWALAN-Pasukan keamanan saat mendatangi lokasi kejadian pasca teror penembakan.

Freeport Keluarkan Peringatan Bagi Karyawan dan Keluarganya

TIMIKA, TimeX

Sehari jelang peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM), 1 Desember kembali terjadi teror penembakan di kawasan jalan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI).

Satu unit kendaraan pengawalan Delta Zone dengan nomor lambung 01-4762 diteror tembakan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) saat melintas di Mile Point (MP) 60 RPU (Rote Patrol Unit) 47, Sabtu  (30/11) sekitar pukul 15:50 WIT.

Kolonel Cpl. Eko Daryanto, Kapendam XVII/Cenderawasih, kepada Timika Express membenarkan terjadinya aksi teror penembakan terhadap kendaraan pengawalan yang dikemudikan Ramadhani.

Ramadhani saat itu membawa dua penumpang, yaitu Latif dan seorang lainnya adalah MR. Mathew Philips (WNA-Warga Negara Asing) asal Amerika.

“OTK sebagai pelaku penembakan diduga Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) pimpinan Hengki Wamang,” kata Kapendam XVII Cenderawasih melalui press release yang diterima Timika eXpress, Sabtu (30/11).

Diterangkannya, sekitar pukul 15:30 WIT, mobil Patroli Zona Delta yang dikemudikan Ramadhani bergerak dari Mile 64 hendak menuju Mile 58 dengan membawa MR. Mathew Philips (WNA), dan Latief (01-3261R) untuk menunggu jemutan bus dari Terminal Gorong-gorong di Mile 26.

Setelahnya, sekitar pukul 15:50 WIT, terjadi aksi penembakan di area Mile 60 yang dilakukan oleh OTK terhadap kendaraan LWB Delta Zona dengan nomor lambung 01-4762.

“Waktu dengar bunyi tembakan, pukul 16:00 WIT, Tim Satgas TNI-Polri langsung bergerak menuju Mile 60 untuk memberi bantuan dan mengamankan lokasi serta melakukan pemantauan sekitar area kejadian,” jelasnya.

Kapendam Eko juga menghimbau personel Satgas TNI-Polri agar lebih waspada terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kriminal yang ingin membuat suasana tidak kondusif di Papua.

“Kami berharap Satgas TNI/Polri lebih waspada terhadap kelompok-kelompok yang ingin membuat suasana di Papua tidak kondusif, dan untuk masyarakat kami berharap agar lebih hati-hati,”pungkasnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi maupun statement resmi dari pihak Freeport.

Freeport Keluarkan Peringatan

Pada hari yang sama saat terjadinya teror penembakan, Managemen PT Freeport Indonesia mengeluarkan interoffice memorandum perihal pemberitahuan keamanan untuk Timika.

Selain mengingatkan pekerja beserta keluarganya untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke Timika pada 1 Desember, memo yang dikeluarkan 30 November 2019 oleh Security Risk Management (SRM), juga mengingatkan agar para pekerja menghindari kerumunan massa dalam jumlah besar dan tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, karena setiap saat situasi dapat berubah dalam waktu singkat.

Dalam peringatan 1 Desember HUT OPM, meskipun tidak diketahui adanya ancaman spesifik atau rencana demonstrasi, pihak SRM menyarankan pekerjanya untuk menghindari segala resiko sekalipun dalam keadaan terpaksa.

Sebagai pengingat, SRM akan terus memantau perkembangan situasi.

Termasuk membuka jalur telepon untuk pekerja dan keluarganya selama 24 jam sehari di nomor telepon rumah 546-7777 dan di nomor telepon selular  0901-467777. (aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.