Eltinus: Tiap Tahun Saya Roling Pejabat Hanya Berdasarkan Masukan

“Pimpinan berjalan sendiri begitupun bawahannya. Itu yang saya lihat selama lima tahun”

Foto: Dok./TimeX

PENTAU – Eltinus Omaleng, Bupati Mimika didampingi Robert Mayaut, Kadis PUPR Mimika dan pimpinan OPD saat pantau proyek Bundaran Petrosea di Jalan Cenderawasih baru-baru ini.

TIMIKA,TimeX
Eltinus Omaleng, Bupati Mimika mengakui, satu periode kepemimpinannya atau paling tidak lima tahun terakhir, tidak ada kekompakan antara dirinya dengan kepala OPD dan staf OPD, akibatnya banyak pekerjaan yang terhambat.
Eltunus bahkan blak-blakan menyebutkan, beberapa tahun lalu, setiap tahun dirinya melakukan roling jabatan, hanya berdasarkan masukan dari orang-orang, bahwa orang ini baik, akomodir ini dan itu. Namun dirinya tidak pernah melihat siapa yang sebenanrnya memiliki jiwa kerja yang benar, yang bisa mengganti posisi pejabat yang pensiun.
“Ini saya tidak pernah lihat,” ungkapnya di hadapan seluruh ASN di lingkup Pemkab Mimika, saat memimpin apel pagi, di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (2/12).
Menurut hematnya, lima tahun yang telah berlalu tidak ada kekompakan dan kerjasama antara pimpinan OPD dan stafnya.
“Pimpinan berjalan sendiri begitupun bawahannya. Itu yang saya lihat selama lima tahun,” bebernya.
Tidak adanya kerjasama juga berdampak pada tidak adanya pengkaderan kepada bawahan, sehingga dirinya tidak melihat ada potensi kader pemimpin kedepan.
Oleh karena itu, ia berpesan agar Kepala OPD menunjukkan jiwa kepemimpinannya termasuk pejabat eselon II dan IV.
“Tidak ada yang batasi, kalau jam kerja, bekerja sesuai aturan, tetapi pada jam santai, ya kita santai, pada saat itulah saya bisa melihat dan menilai teman-teman,” tambahnya.
Lanjut bupati, memang harus ada sinergitas antara eselon II, III dan IV, agar pekerjaan diberikan oleh pimpinan daerah bisa diselesaikan dengan cepat.
“Jangan hanya kepala OPD saja yang bekerja, tidak percaya dengan bawahan, akhirnya pekerjaan lambat, ini karena tidak ada kekompakan, itu yang terjadi selama lima tahun,” tuturnya.
Ditambahkan, mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp4,3 triliun, belum termasuk 51 persen dari 71 persen dari dana bagi hasil yang dikelola Mimika. Maka dibutuhkan kerja sama dan kekompakan untuk membangun Mimika, apalagi kedepan akan ada peraturan baru dimana tidak ada lagi Kepala Bidang di lingkup OPD, dengan harapan segala pekerjaan bisa berjalan dengan cepat.
“Nanti ada aturan Pilpres langsung kepala dinas, agar tidak lama pekerjaannya, jadi saya harap anggaran kita bisa terserap dengan tepat waktu, tidak terlambat lagi,” pungkasnya. (a30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.