Peringatan Hari Disabilitas, Personil Yonif 754/ENK Kostrad Kunjungi SLB Timika

“Kita melakukan kegiatan bukan hanya untuk peringatan disabilitas saja, akan tetapi kita sangat peduli dengan mereka. Harapan kedepannya, semoga bisa lebih mengedepankan kemampuan mereka. Karena saya yakin dan percaya, setiap orang memiliki kemampuan. Karena kemampuan mereka, bisa diwadahi oleh pihak-pihak terkait untuk menjadi lebih baik lagi”

Foto: Rina/TimeX
MEWARNAI – Salah seorang anggota Yonif 754/ENK/Kostrad tampak mendampingi murid SD saat mewarnai gambar di SLB Negeri Timika, Selasa (3/12).

TIMIKA,TimeX
Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang jatuh pada 3 Desember, personil Yonif 754/ENK/Kostrad melakukan kunjungan kasih dan silaturahmi ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika di SP 5.
Ini merupakan momentum spesial baik bagi anggota Yonif 754/ENK maupun dari pihak SLB Negeri Mimika itu sendiri. Bermacam kegiatan dilakukan, mulai dari mewarnai hingga melatih siswa SMP dan SMA SLB Negeri Mimika dengan kegiatan PBB dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama anak kebutuhan khusus.
Sunardin, Kepala SLB Negeri Mimika mengucapkan terima kasih kepada anggota TNI yang telah hadir ke sekolah ini. Ia berharap kedepannya kegiatan ini bisa berlanjut bukan hanya momen tertentu saja, akan tetapi ada silaturahmi dan edukasi bagi anak-anak di SLB.
Sunardi menyebutkan sebanyak 81 orang murid di SLB Negeri Mimika terdiri dari SD, SMP dan SMA. Pihaknya melayani berbagai kebutuhan khusus seperti anak tuna netra (anak yang mengalami kelambatan penglihatan), tuna rungu dan tuna wicara (anak yang mengalami hambatan bicara) dan tuna grahita (anak yang mengalami hambatan intelektual), sindrom (anak yang mengalami gangguan kromosom), tuna daksa (mengalami gangguan fisik) dan autisme (anak yang mengalami gangguan interaksi sosial, komunikasi dan bahasa).
“Memang secara kuantitas, guru di sini tidak mencukupi karena kebutuhan dan pelayanan masing-masing anak berbeda-beda. Untuk itu, satu guru maksimal lima anak untuk yang tidak mengalami hambatan. Kalau yang mengalami hambatan seperti autis itu satu guru maksimal dua anak. Sementara di sini, guru hanya sembilan, jadi mau tidak mau harus kerja ekstra,” jelasnya.
Sementara, Letda Inf Rochmadian Perwira Putra, Pasi 1/Intel Yonif 754/ENK menjelaskan kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan dari HUT 754/ENK pada tanggal 29 November lalu sehingga pihaknya memilih momen peringatan disabilitas internasional.
“Kami dari Yonif 753 Kostrad berencana melaksanakan kegiatan ini, dan mengenal bagaimana kebutuhan yang dianggap khusus bagi adik-adik di sini. Dan saya sangat senang dapat membantu di sini, dalam proses belajar dan mengajar,” ujarnya.
Ditambahkannya, ini adalah kegiatan pertama dan nantinya aksi sosial seperti akan diagendakan setiap tahunnya.
“Kita melakukan kegiatan bukan hanya untuk peringatan disabilitas saja, akan tetapi kita sangat peduli dengan mereka. Harapan kedepannya, semoga bisa lebih mengedepankan kemampuan mereka. Karena saya yakin dan percaya, setiap orang memiliki kemampuan. Karena kemampuan mereka, bisa diwadahi oleh pihak-pihak terkait untuk menjadi lebih baik lagi,” terangnya. (aro)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.