Lapangan Eks Pasar Swadaya Dijadikan Pasar Malam Mama-mama

“Sebenarnya sudah beroperasi dari tanggal 1 Desember kemarin. Tapi masih tunggu surat permohonan dari Lurah Koperapoka maka sekarang belum ada aktivitas. Nanti suratnya sudah masuk di bupati baru eksen di lapangan”

Foto: Dok./TimeX
RUMPUT TINGGI – Area lapangan eks Pasar Swadaya ditumbuhi rumput tinggi.

TIMIKA,TimeX
Eltinus Omaleng, Bupati Mimika mengijinkan lapangan eks Pasar Swadaya di Kelurahan Koperapoka, Jalan Yos Sudarso dijadikan pasar malam bagi mama-mama penjual pangan lokal, ikan dan cakar bongkar. Pemberlakuan pasar malam ini hanya sebulan, mulai tanggal 1 hingga 30 Desember 2019.
“Sebenarnya sudah beroperasi dari tanggal 1 Desember kemarin. Tapi masih tunggu surat permohonan dari Lurah Koperapoka maka sekarang belum ada aktivitas. Nanti suratnya sudah masuk di bupati baru eksen di lapangan,” ujar Yohanis Tsugumol, Kepala Seksi Penertiban Umum dan Pengendalian Operasi Satpol PP Mimika saat menghubungi Timika eXpress pada Selasa (3/12) malam.
Ia mengatakan alasan lapangan eks Pasar Swadaya ditempati mama-mama Kamoro dari Bintang Laut, mama-mama Papua penjual ikan, pangan lokal serta pedagang cakar bongkar agar menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru ini masyarakat yang datang belanja mendapatkan harga lebih terjangkau. Selain itu adanya aktivitas di tempat itu rumput-rumput yang ada tidak tumbuh tinggi.

Foto: Dok./TimeX
Yohanes Tsugumol

“Bupati juga menyetujui permintaan dari Lurah Koperapoka agar tempat itu difungsikan dengan satu catatan sepanjang Jalan Bhayangkara mulai dari pertigaan Pin Seluler dan Jalan Bougenville tidak boleh ada aktivitas jual beli,” katanya.
Masyarakat yang diijinkan menjual di tempat itu ujarnya, mulai pukul 18.00 hingga pukul 00.00 WIT. Pada siang hari tetap melaksanakan aktivitas jual beli seperti biasa di Pasar Sentral yang disediakan pemerintah.
Untuk penertiban guna menghindari hal-hal mengganggu kamtibmas ujarnya, selama pasar beroperasi dijaga oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan unsur TNI-Polri tergabung dalam tim terpadu bentukan Pemerintah Kabupaten Mimika.
“Kami akan turunkan personil kurang lebih 20 orang. Jaga sampai pukul 22.00 WIT,” katanya.
Sementara terkait sampah-sampah dihasilkan oleh penjual, Yohanis mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Kebersihan Badan Lingkungan Hidup (BLH) pada hari ini (Selasa-red) di ruang kerjanya supaya menyiapkan armada. Setiap penjual diingatkan menyiapkan karung mengisi sampah agar mudah diangkut oleh petugas kebersihan dari BLH.
Kemudian Yohanes juga mengakui, selama dua hari, Satpol PP telah menjalankan patroli penertiban terhadap para pengecer BBM jenis premium, Pertamini maupun mama-mama penjual sayur dan ikan di Jalan Budi Utomo.
Dalam sosialisasi ini katanya, para pengecer BBM mengaku bersalah menjual dengan harga begitu mahal. Bahkan sudah diarahkan bila tetap jual harus dengan harga maksimum atau wajar. Apabila masih ditemukan menjual tidak sesuai otomatis Satpol PP turun langsung menyita semua karena dianggap melawan, tidak taat atas imbauan.
Sementara itu, salah seorang warga Maria, berpendapat terkait dengan rencana tersebut mungkin baik. Namun dari sisi lain pemerintah perlu mempertimbangkan kembali, karena dengan masuknya para pedagang di wilayah tersebut akan menimbulkan masalah baru. Setidaknya akan sulit merelokasi mereka nantinya.
Karena itu menurut dia, langkah ini sama saja dengan memberikan peluang bagi pedagang untuk kembali ke tempat yang nota bena sebelumnya dikosongkan dengan susah payah oleh pemerintah dengan biaya yang tidak sedikit. (tio)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.