Sensus Penduduk, BPS Gunakan Metode Kombinasi

“Nanti Januari 2020 kalau linknya sudah ada, kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah, kampus dan instansi-instansi lain untuk aktif memberikan sosialisasi mengenai pengisian data penduduk secara online. Kemudian nanti pada tanggal 1 Juli 2020 kami sudah mulai turun lapangan untuk sensus secara door to door selama satu bulan”

Foto: Echie/TimeX
Trisno L Tamanampo

TIMIKA,TimeX
Sensus penduduk pada tahun 2020 mendatang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika akan menggunakan metode kombinasi dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Mimika sebagai basis data yang digabungkan dengan metode pencacahan di lapangan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Disdukcapil bahwa kami akan gunakan basis data dari Disdukcapil, sehingga dalam bulan ini kami masih lakukan penyesuaian data meskipun tidak banyak, namun beberapa basis data dengan posisi situasi wilayah yang ada saat ini,” jelas Trisno L Tamanampo, Kepala BPS Kabupaten Mimika kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Senin (9/12).
Sensus penduduk ini ujarnya, dilaksanakan 10 tahun sekali dan biasanya data sering berubah seperti adanya pemekaran baik pemekaran distrik, kampung bahkan RT.
“Jadi memang kami akui bahwa data yang sudah ada banyak yang masih mengacu pada tempat tinggal yang lama, sehingga itu yang masih kami lakukan penyesuaian untuk mengetahui data-data mana saja yang akan berubah, dan memang saat kami sesuaikan data dan berkomunikasi dengan Disdukcapil, banyak juga masyarakat yang merasa bingung tempat tinggal di RT berapa, dan nanti kalau kami ambil data saat sensus penduduk maka kami akan bantu Disdukcapil juga,” jelasnya.
Adapun mekanisme penggunaan data dari Disdukcapil, kata Trisno, data tersebut dikirim dari Dirjen Disdukcapil di Jakarta kemudian diserahkan ke BPS Pusat, baru BPS Pusat mengirimkan ke tiap daerah.
“Nanti kami di sini tinggal print kemudian akan dikaji dan digunakan di lapangan untuk dilengkapi dan disempurnakan,” ujarnya.
Menyukseskan sensus penduduk ini, sebutnya diperkirakan dibutuhkan 500 orang, terdiri dari 300 petugas pencacah lapangan dan 200 pengawas lapangan.
“Memang itu perkiraan jumlah petugas saja, kami belum mengetahui pasti nanti setelah matching atau penyesuaian data sudah dilakukan selesai baru kami akan lihat dalam satu RT, kelurahan atau distrik ada berapa orang yang ditempatkan, sesuai dengan kepadatan penduduk. Mungkin yang paling banyak adalah wilayah Distrik Mimika Baru dan Kuala Kencana,” paparnya.
Ia menambahkan sesuai jadwal, 15 Maret hingga Juni 2020 mendatang akan dilaksanakan sensus penduduk secara online, masing-masing orang aktif melakukan pendataan.
“Nanti Januari 2020 kalau linknya sudah ada, kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah, kampus dan instansi-instansi lain untuk aktif memberikan sosialisasi mengenai pengisian data penduduk secara online. Kemudian nanti pada tanggal 1 Juli 2020 kami sudah mulai turun lapangan untuk sensus secara door to door selama satu bulan,” kata Trisno. (a32)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.