‘Ranitidin Aman Dikonsumsi’

“Setelah itu keluar surat edaran kembali ternyata ranitidin yang kami tahan bisa diedarkan kembali karena tidak mengandung zat berbahaya”

Foto: Yosefina Dai Dore/Timika eXpress
Herianto Baan, S.Si, Apt

TIMIKA,TimeX
Obat Ranitidin yang beredar selama ini di apotik, rumah sakit, Puskesmas dan klinik di Kota Timika aman dikonsumsi karena tidak mengandung zat berbahaya.
Demikian disampaikan Herianto Baan, S.Si, Apt, Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Mimika, saat ditemui Timika eXpress di halaman Kantor Disperindag Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan pada saat keluar edaran terkait obat ranitidin mengandung NDMA beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan pengawasan ke sarana-sarana kefarmasian seperti rumah sakit, apotek, klinik dan Puskesmas.
Dari pengawasan itu, ternyata tidak ditemukan jenis ranitidin yang ada dalam edaran.
Namun saat itu, kata dia, pihaknya tetap menahan semua obat ranitidin yang beredar sambil menunggu hasil pemeriksaan baik dari pabriknya sendiri maupun Badan POM.
“Setelah itu keluar surat edaran kembali ternyata ranitidin yang kami tahan bisa diedarkan kembali karena tidak mengandung zat berbahaya,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menarik 5 jenis obat ranitidin karena diduga mengandung cemaran NDMA sebagai karsinogen.
Keputusan tersebut berdasarkan temuan US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil, pada sampel produk yang mengandung bahan aktif Ranitidin.
NDMA merupakan turunan zat nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami. Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake). Zat ini bersifat karsinogenik (memicu kanker) jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. (epy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.