Natal Bersama PLN UP3 Timika dan Mitra, Karyawan PLN Harus Menjadi Sahabat yang Setia

“Kalau ketiga rangkaian ini kita padukan maka kita semua karyawan PLN bersatu, bersahabat untuk membangun tanah Papua. Kita harus bersahabat dengan teguh, susah senang kita selalu harus sama-sama”

Foto: Santi/TimeX
FOTO BERSAMA – Hotman Ambarita, Manager PLN UP3 Timika foto bersama karyawan PLN, usai ibadah Natal, di Hotel Grand Mozza, Sabtu (14/12).

TIMIKA,TimeX
Keluarga besar PT PLN UP3 Timika bersama mitra menggelar Natal bersama yang berlangsung di Hotel Grand Mozza, Sabtu (14/12).
Ibadah Natal dipimpin Pendeta Joel Defretes tersebut mengusung tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” dan sub tema “Memaknai Perayaan Natal, Marilah Kita Berkomitmen Melayani Dengan Sungguh Tanpa Memandang Perbedaan Untuk Menyatakan Terang Bagi Sesama”.
Perayaan Natal ini juga diisi dengan nyanyi-nyanyian dari vocal grup pegawai PLN dan anak-anak.
Makna natal yang refleksikan oleh Pendeta JoeL Defretes yang terdapat dalam Yohanes 15:9-17 mengangkat tema khotbah menjadi sahabat yang setia.
Diambil dari kata-kata persaudaraan daerah Maluku ‘ale rasa beta, potong di kuku rasa di daging’ kata ini sangat dekat di Maluku setelah kerusuhan, inilah kalimat persaudaraan yang diambil daerah Maluku supaya hidup orang-orang di Maluku walaupun berbeda-beda agama tetapi bersaudaraan dalam arti sahabat yang sejati.
“Kalau kita sebagai manusia selalu menghendaki melakukan yang baik, Yesus lebih daripada sahabat sejati itu, sahabat sejati yang ada pada Yesus tidak dimiliki oleh siapapun manusia dan belum pernah dilakukan oleh siapapun di dunia ini,” tutur Joel.
Yesus berkata pada bacaan ini pada ayat ke 13 tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih oleh seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat. Itu wujud sahabat sejati, sahabat yang sejati ada pada diri Yesus yang memberikan nyawanya untuk sahabatnya.
Dengan demikian maka, Yesus adalah sahabat yang tidak ada tandingannya dalam dunia ini, Dia datang sebagai manusia, Dia datang sebagai anak domba Allah, Dia bukan datang di hotel, Yesus sudah dinubuatkan dalam alkitab bahwa Ia adalah anak domba Allah yang datang di kandang yang hina supaya manusia hidup merendahkan diri, tidak sombong, angkuh melainkan merendahkan diri.
“Itulah wujud dari sahabat sejati. Ia menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih yang menyerahkan nyawa-Nya untuk sahabatnya,” tutur Joel.
Tambahnya, Yesus mengangkat manusia sebagai sahabat untuk menjadi buah yang manis dan jangan menjadi buah yang asam. Sesuai dengan sub tema Natal ini marilah pegawai PLN dan mitra untuk wujudkan itu, saling mengasihi satu sama lain.
Sementara, Hotman Ambarita, Manager PLN UP3 Timika dalam kesan dan pesan Natal mengatakan, rangkaian tiga kalimat dari tema, sub tema dan tema khotbah ini sangat menentukan untuk insan PLN mewujudkan Papua terang sampai saat ini masih belum sampai 90 persen.
“Kalau ketiga rangkaian ini kita padukan maka kita semua karyawan PLN bersatu, bersahabat untuk membangun tanah Papua. Kita harus bersahabat dengan teguh, susah senang kita selalu harus sama-sama,” ungkapnya.
Selanjutnya, Niko Harianto perwakilan mitra PLN mengatakan, agar seluruh karyawan PLN dan mitra semua tetap setia pada PLN apapun yang terjadi di lapangan tetap harus saling bahu membahu.
“Kedepannya kita harus bekerja baik dalam keadaan susah maupun senang dan semoga di tahun 2020 akan lebih baik lagi,” ungkapnya.
Sedangkan, ketua panitia menyebutkan sumber dana perayaan Natal ini sebesar Rp60 juta sumbangan dari pegawai PLN dan mitra.
Sebelumnya, managemen PLN UP3 Timika sudah melakukan kunjungan kasih ke Panti Rehabilitasi untuk berbagi kasih bersama anak-anak panti sebagai bentuk kepedulian PLN kepada mereka yang membutuhkan. (san)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.