Mengenal Lebih Dekat dr. Antonius Pasulu, Dari Kepala Puskesmas Kini jadi Direktur RSUD Mimika

Pelayanan yang tulus pasti membuahkan hasil yang maksimal. Seperti itu yang dialami dr. Antonius Pasulu, M. Kes, Sp. THT-KL yang mengawali karirnya sebagai dokter di pedalaman, wilayah paling barat Kabupaten Mimika sebagai Kepala Puskesmas Potowayburu. Ia tidak mengeluh walau harus mengabdi di daerah terpencil. Pengabdiannya yang tulus berbuah manis, kini ia diangkat kepala daerah menjadi Direktur RSUD Mimika.
Seperti apa perjalan karir dr. Antonius Pasulu?
Laporan Yosefina Dai Dore/Wartawan Timika eXpress

Foto: Yosefina Dai Dore
dr. Antonius Pasulu

SETELAH menamatkan pendidikannya sebagai dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2004 lalu, dr. Antonius pernah bergabung dengan Non Governmnet Organization (NGO) menjadi relawan untuk menolong korban gempa dan tsunami di Kabupaten Nias selama 6 bulan. Kemudian mengikuti program dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan ditempatkan di Potowayburu pada tahun 2005 sampai 2007. “Saya di sana dipercayakan sebagai kepala puskesmas, kemudian tahun 2006 ada pengangkatan CPNS dan diangkat menjadi CPNS,” kata pria kelahiran 11 April 1977 ini saat ditemui Timika eXpress usai acara serah terima jabatan Direktur RSUD Mimika yang lama kepada direktur yang baru di ruang rapat RSUD Mimika, Selasa (14/1) siang.
Kemudian pada tahun 2008, sejak RSUD Mimika mulai beroperasi, dr. Antonius dipercayakan sebagai Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) sampai tahun 2010.
Pada tahun yang sama suami dari Darmayani Toding ini melanjutkan pendidikan mengambil dokter spesialis di Universitas Hasanuddin Makassar sampai tahun 2014.
“Tahun 2014 akhir saya balik ke Timika dan mulai 2015 sampai 2016 saya dipercayakan sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Mimika. Setelah itu sebagai dokter fungsional, dokter spesialis THT sampai 2020 kemudian diangkat menjadi Direktur RSUD Mimika,” ujarnya.
Ia dilantik menjadi direktur pada rumah sakit tersebut pada Senin (13/1) oleh Eltinus Omaleng, SE, MH di Pendopo Rumah Negara, Jalan Cenderawasih SP3.
Dalam kepemimpinannya ini, selain harus mempertahankan predikat paripurna yang sudah dicapai RSUD Mimika pada tahun 2017 lalu, dr. Antonius akan meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pengembangan di bidang pelayanan lainnya. “Sesuai instruksi Bupati Mimika akan meningkatkan level rumah sakit dari tipe C menjadi tipe B. Sehingga pelayanan bertambah, pelayanan spesialis juga bertambah supaya kita bisa mengcover kabupaten-kabupetan sekitar,” terangnya.
Ia mengatakan untuk menjadi rumah sakit Tipe B perlu rumah sakit pendukung yang ada dalam level tipe C atau tipe D.
Untuk penyediaan rumah sakit tersebut, lanjut dia menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai usulan dari pihak RSUD dan Dinas Kesehatan.
Pembangunan rumah sakit pendukung akan berjalan paralel dengan upaya meningkatkan level RSUD menjadi tipe B. “Jadi pembangunan rumah sakit pendukung ini sementara disiapkan beserta perangkat-perangkatnya, semenara terus dilakukan pengembangan pada RSUD supaya naik ke tipe B, jadi berjalan bersama-sama,” tuturnya.
Untuk meningkatkan pelayanan, dr. Antonius mengatakan ia akan berkoordinasi dengan para dokter, bidan, perawat bahkan sampai tenaga umum untuk memberi pelayanan yang ramah, senantiasa tersenyum dan komunikasi yang baik kepada pasien.
“Saya rasa itu sudah dituangkan dalam akreditasi kemarin harusnya sudah berjalan. Tapi untuk membentuk budaya dan karakter seseorang butuh waktu, namun kita harapkan tenaga medis maupun bagian umum selalu bersikap ramah terhadap pasien,” ujarnya.
Ia menuturkan, dalam pelayanan pihaknya selalu berpegang pada prinsip bahwa keamanan dan kenyamanan pasien itu yang utama. “Memberikan pelayanan yang aman dan nyaman kepada pasien itu menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.