Lagi, Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang di Eks Pasar Swadaya


FOTO: Indri/TimeX
BAKAR – Dua personil Satpol PP tampak memikul meja lapak pedagang untuk dibakar di Lapangan eks Pasar Swadaya saat penertiban, Rabu (15/1) dini hari.

TIMIKA,TimeX
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima di lokasi Eks Pasar Swadaya, Rabu (15/1) sekira pukul 05.00WIT dini hari. Setidaknya sekitar 200 personil dikerahkan untuk membongkar serta membakar semua lapak dan meja milik para pedagang.
Willem Naa, Kasatpol PP saat ditemui di lokasi Pasar Sentral, mengatakan penertiban dilakukan karena melihat para pedagang sudah mulai berjualan lagi, bahkan hingga ke jalan raya, hal ini sangat mengganggu estetika kota.
Dijelaskan Willem, penertiban pedagang ini bukanlah yang pertama kalinya, tahun lalu penertiban sudah dilakukan, namun masih saja ada pedagang yang tidak mengindahkan peraturan yang telah dikeluarkan oleh Pemda Mimika melalui Bupati Mimika.
“Mereka jualan karena masih ada pangkalan taxi, inipun memicu kembalinya pedagang,” ungkap Willem.
Lanjutnya, sesuai perintah bupati, pedagang tidak diperbolehkan berjualan di pinggiran jalan raya, apalagi di lokasi Eks Pasar Swadaya.
“Kemarin Desember, kami kasih biarkan saja mereka berjualan, namun hari ini (kemarin-red) tidak lagi, makanya tadi, semua meja-meja yang mereka pakai jualan kita kumpul lalu bakar,” ucap Willem.
Tidak hanya meja dan lapak yang dibongkar, tetapi ada tiga pos taxi rental ikut dibongkar, karena dibangun tanpa ada ijin dari dinas terkait yakni Dinas Perhubungan.
“Sebenarnya bukan pengawasan kami saja yang kurang, tetapi karena fasilitas kendaraan yang tidak ada, kami kemarin sudah ajukan tiga unit, tetapi tidak diakomodir dianggaran tahun ini,” ucapnya.
Ia juga katakan, usai penertiban, pihaknya akan membangun satu pos di lokasi eks Pasar Swadaya, sehingga anggota Satpol PP bisa lebih muda melakukan pengawasan.
Pembongkaran lapak para pedagang di eks Pasar Swadaya ini, dikarenakan, Eltinus Omaleng, Bupati Mimika geram dengan tingkah pedangang. Pasalnya, telah berulang-kali dilarang namun masih saja melakukan aktivitas jual beli di lokasi tersebut.
Sehingga dengan tegas ia perintahkan Satpol PP untuk melakukan penertiban kembali, pasalnya dalam beberapa bulan kedepan, Kabupaten Mimika akan diperhadapkan dengan dua even besar, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi).
“Pedang-pedagang ini memang kepala batu juga, sudah dilarang masih saja jualan kembali di eks Pasar Swadaya,” tegas bupati.
Bahkan pada saat penertiban pedagang, bupati langsung memantau di lapangan guna memastikan penertiban benar-benar dilakukan.
Hal yang sama juga disampaikan Yohanis Tsugumol, Kepala Seksi Ketertiban Umum Satpol PP, saat ditemui di lokasi eks Pasar Swadaya disela-sela penertiban.
Yohanis menyampaikan, saat penertiban penjual yang ada di lokasi eks Pasar Swadaya langsung diarahkan ke Pasar Sentral. Sedangkan pedagang dan kios yang meletakkan dagangannya hingga ke bahu jalan juga ditertibkan. Dan hari ini fokus di eks Pasar Swadaya.
Tidak hanya Satpol PP, namun pihak kepolisian dan Perhubungan juga dilibatkan untuk menertibkan kendaraan yang parkir liar untuk mencari penumpang, juga pos-pos yang ada di lokasi pasar yang dijadikan sebagai tempat nongkrong para sopir.
Ia mengakui, lambat melakukan penertiban, karena melakukan beberapa koordinasi ke pihak kelurahan sehingga baru dilakukan penertiban hari ini (kemarin,red).
Dikatakan, lapangan juga diteretibkan karena Dinas PUPR akan melakukan penimbunan, sehingga lapangan bisa tertata.
“Kalau ditimbun kan lebih bagus, biar Pemda punya lapangan sendiri tanpa harus sewa,” katanya.
Dirinya menyampaikan untuk penertiban ini akan dilakukan terus menerus dan akhir Bulan Januari semua pedagang sudah harus ada di Pasar Sentral termasuk pedagang di Gorong-gorong dipastikan tidak lagi berjualan di sana.
Ia mengatakan, kali ini pihak Satpol PP akan lebih tegas dalam proses penertiban. Bahkan ia mengancam akan memproses hukum pedagang yang ‘kepala batu’. Disamping penertibam Satpol PP juga melakukan sosialisasi kebersihan.
Pantauan Timika eXpress, di Pasar Gorong-Gorong, penjual masih melakukan aktivitasnya di sana, bahkan menggelar dagangannya kurang lebih 50 meter dekat dengan Sekolah Satu Atap SD-SMA YPK Ebenhaezer. (a30/a32)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.