Siapkan Oleh-oleh untuk Pesparawi, Diskop Bina 10 Kelompok Pengrajin Noken

“Saat ini Dinas Koperasi sudah menyiapkan noken (tas jaring khas Papua) untuk dipasarkan pada saat Pesparawi dan PON nanti”

FOTO: Ist/TimeX
Ida Wahyuni

TIMIKA,TimeX
Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika telah menyiapkan sejumlah souvenir sebagai oleh-oleh yang dapat dibeli kontingen maupun penonton pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Ida Wahyuni, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM dan Ekonomi Kreatif Mimika mengatakan, pada pelaksanaan Pesparawi dan perhelatan PON nanti, produk lokal daerah dalam bentuk kerajinan tangan, cemilan, dan pakaian lebih diprioritaskan.
“Saat ini Dinas Koperasi sudah menyiapkan noken (tas jaring khas Papua) untuk dipasarkan pada saat Pesparawi dan PON nanti,” kata Ida.
Diskop, UMKM dan Ekonomi Kreatif telah mengakomodir hasil karya pengrajin dua suku asli Mimika, yakni Amungme dan Kamoro untuk menyediakan noken sebagai souvenir. Hingga saat ini sudah ada sekitar 10 kelompok pengrajin yang dibina untuk nantinya hasil-hasil nokennya dipasarkan pada saat pelaksanaan Pesparawi dan kegiatan PON XX.
Namun, Ida mengaku ada beberapa kendala yang dihadapi untuk menyediakan noken sebagai souvenir PON XX. Salah satunya adalah tidak cukup waktu membina pengrajin untuk membuat pola tertentu.
Untuk produk makanan lokal, kata Ida, salah satu produk camilan yang bakal dijual sebagai buah tangan PON XX adalah keripik keladi. Dalam pelaksanaan Pesparawi dan ajang olahraga tingkat nasional ini, Mimika menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara 12 cabang olahraga. Di antaranya judo, tarung derajat, bola tangan, futsal, biliar, panjat tebing, bola basket, atletik, aeromodelling, terbang layang, dan terjun payung.
Lebih lanjut, Ida mencanangkan 2020 sebagai tahun pemasaran produk asal Timika. Sehingga, pemasaran tidak hanya berlangsung saat PON digelar, tapi sepanjang tahun.
“Nanti pameran di dua tempat di Bulan Oktober itu di lokasi eks Pasar Lama dan bazar makanan di Gelael,” tutur Ida. (ale)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.