20 Saksi Kasus Korupsi Bappeda Mimika Diperiksa

“Yang repot untuk menghadirkan saksi, karena sidang dilakukan di Jayapura. Ada saksi yang mereka tanggung sendiri biaya tiket penerbangan ke Jayapura. Karena alasan itulah, kami hanya bisa menghadirkan 30 saksi dari sekitar 60 saksi yang ada dalam BAP”

Foto: Istimewa
Donny S Umbora

TIMIKA,TimeX
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi/Tipikor pada PN Kelas I A Jayapura sudah memeriksa sedikitnya 20 orang saksi, dalam persidangan perkara korupsi kegiatan monitoring dan evaluasi/monev pada Bappeda Mimika tahun anggaran 2016.
Donny S Umbora, Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika di ruang kerjanya, Selasa (21/1), mengatakan perkara korupsi kegiatan Monev pada Bappeda Mimika tahun anggaran 2016 itu melibatkan tiga orang terdakwa yaitu, SM selaku mantan Kepala Bappeda Mimika beserta dua orang stafnya yaitu MNM dan Ye.
Adapun persidangan kasus itu dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Maria Magdalena Sitanggang dengan hakim anggota Elissa Benony Titahena dan Arief Noor Rakhman.
“Selama enam kali persidangan, sudah 20 orang saksi yang diperiksa. Kami akan mengajukan lagi sekitar 10 orang saksi untuk diperiksa dalam persidangan,” kata Donny.
Donny mengatakan tidak ada kendala berarti dalam persidangan kasus tersebut, hanya saja lantaran persidangan dilakukan di Jayapura satu kali sepekan setiap Jumat maka cukup merepotkan dalam hal menghadirkan saksi.
“Yang repot untuk menghadirkan saksi, karena sidang dilakukan di Jayapura. Ada saksi yang mereka tanggung sendiri biaya tiket penerbangan ke Jayapura. Karena alasan itulah, kami hanya bisa menghadirkan 30 saksi dari sekitar 60 saksi yang ada dalam BAP,” jelasnya.
Adapun potensi kerugian negara dalam kegiatan Monev Bappeda Mimika tahun anggaran 2016 itu sebesar Rp1,4 miliar dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp2,6 miliar.
Tiga terdakwa dalam kasus itu kini mendekam di Rutan Lapas Abepura Jayapura.
Komisaris Polisi I Nyoman Punia, Waka Polres Mimika beberapa waktu lalu mengatakan ketiga terdakwa telah mengembalikan sebagian kerugian negara dengan total mencapai Rp507 juta.
Penyidikan kasus korupsi kegiatan Monev Bappeda Mimika dilakukan oleh jajaran Polres Mimika dalam durasi waktu sangat lama sekitar dua tahun lebih.
Para terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2001 (primer), Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 (subsider) jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara minimal empat tahun. (ale/aro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.