Bapenda Cetak 38.042 SPPT PBBP2

“Jadi kita akan undang lurah dan kepala kampung untuk menyerahkan SPPT melalui pihak distrik sekaligus dana perjalanan dinas untuk menyampaikan ke masyarakat. Baru tahun ini kita coba untuk distrik dan kelurahan serta kampung terlibat langsung penyampaian SPPT”

Foto: Yosefina Dai Dore/Timka eXpress
MENCETAK – Hendrik Setitit, S.Sos, Kepala Bidang PBB dan BPHTB (kanan) bersama stafnya sedang mencetak SPPT PBBP2 di Kantor Bapenda belum lama ini.

TIMIKA,TimeX
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika mencetak 38.042 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBBP2) tahun 2020.
“Jadi kita cetak 38.042 SPPT sesuai jumlah wajib pajak dan jumlah pajaknya 13. 840. 958. 576,” terang Dwi Cholifah, Kepala Bapenda Mimika saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya belum lama ini.
Setelah pencetakan akan dibagikan ke lima distrik yang menjadi potensi PBB, yaitu Distrik Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, Mimika Timur dan Distrik Iwaka.
“Jadi kita akan undang lurah dan kepala kampung untuk menyerahkan SPPT melalui pihak distrik sekaligus dana perjalanan dinas untuk menyampaikan ke masyarakat. Baru tahun ini kita coba untuk distrik dan kelurahan serta kampung terlibat langsung penyampaian SPPT,” ujarnya.
Hal ini lanjutnya, terkait dengan pelimpahan kewenangan dari Pemkab kepada pemerintah tingkat distrik. Tapi petugas dari Bapenda tetap mendampingi.
Ia menjelaskan pencetakan SPPT PBBP2 secara massal ini juga untuk bisa mencapai target Pajak Bumi Bangungan Pedesaan dan Perkotaan tahun 2020 ini sebesar Rp50 miliar.Target ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp41 miliar.
“Tahun lalu target SPPTPBBP2 sebesar Rp41 miliar dan tercapai sekitar Rp42 miliar lebih sehingga tahun 2020 ini targetnya naik menjadi Rp50 miliar. Untuk tahun ini PBBP2 ini terdiri dari Freeport dengan kisaran Rp42 miliar sementara dalam kota Rp13 miliar lebih,” ujarnya.
Dikatakan tahun ini ada peningkatan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Cenderawasih karena jalannya sudah besar sehingga menjadi dua jalur, otomatis harga jual tanah di wilayah itu meningkat. Begitu juga di objek tanah milik Freeport di wilayah Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika NJOP meningkat dari Rp260 ribu permeter sekarang menjadi Rp1.352 ribu permeter. “Kita sesuaikan perkembengan kota meningkat otomatis harga jual beli tanah meningkat. Untuk jalan-jalan dalam kota setiap ada jalan baru kiri kanan jalan kita naikan NJOP nya karena perekonomian akan masuk, alur transportasi juga akan masuk, otomatis kehidupan perekonomian masyarakat di situ akan meningkat. Kebanyakan saya perhatikan di sini NJOP kita itu masih tetap dibawah harga jual beli, misalnya ruko-ruko di Jalan Hasanuddin kalau dijual itu minimal 1,2 miliar paling kecil, tapi NJOP masih jauh, ini yang harus kita sesuaikan terus,” paparnya. (epy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.