Kondisi 153 KK Pindahan dari Pasar Damai Memprihatinkan

“Saya pikir dinas terkait pasti ada tim terpadu, perlu dievaluasi kembali apakah telah melaksanakan tugasnya dengan baik atau tidak, sehingga tim ini dapat mem-follow up kesejahteraan hidup masyarakat di sini”

Foto: Echie/ TimeX
MEMPRIHATINKAN – Rombongan Fraksi Mimika Bersatu berfoto bersama warga di Kelurahan Wonosari Jaya Distrik Wania, dengan latar rumah sementara dalam kondisi memprihatinkan, Selasa (11/2). Tampak Leonardus Kocu, Luther Wakerwa, dan Martinus Walilo.

TIMIKA,TimeX
Pasca direlokasi dari Pasar Damai sejak Desember lalu, kondisi 153 kepala keluarga, yang saat ini menempati luas lahan sekitar 6 hektar di Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania SP 4 sangat memprihatinkan.
Barbagai kebutuhan mendasar yang mendesak mulai dari air bersih, listrik, akses jalan serta rumah layak huni sangat dibutuhkan saat ini belum ada.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan warga di hadapan anggota DPRD Fraksi Mimika Bersatu, dalam kunjungann pada Selasa (11/2).
Warga mengaku kesal karena sejak direlokasi, pemerintah berjanji akan memberikan fasilitas kepada warga, seperti air bersih, listrik bahkan uang senilai Rp100 juta per KK untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah layak huni dan lainnya, namun hingga saat ini janji tersebut tidak kunjung dipenuhi.
“Kami bangun sendiri rumah ini, dengan modal sendiri, air harap hujan, yang dibangun hanya fasilitas MCK umum. Lainnya tidak ada,” ujar salah seorang warga.
Leonard Kochu, Ketua Fraksi Mimika Bangkit yang merupakan gabungan dari Partai Perindo, Partai Demokrat dan Partai PSI, setelah mendengar keluhan warga, di hadapan warga menyampaikan hal terpenting adalah setelah dilakukan relokasi pemerintah sudah menyiapkan lahan, hal lain baik sanitasi, jalan dan lainnya akan diupayakan didorong ke pemerintah daerah, terutama pihak terkait karena hal ini sangat urgen.
Proses pemindahan itu yang perlu difasilitasi agar bisa berjalan dengan baik, jika sarana prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat, baik air bersih, rumah layak huni, menjadi kebutuhan standar yang harusnya ada kesepakatan-kesepakatan atau belum, kalau tidak bagaimana selanjutnya.
“Saya pikir dinas terkait pasti ada tim terpadu, perlu dievaluasi kembali apakah telah melaksanakan tugasnya dengan baik atau tidak, sehingga tim ini dapat mem-follow up kesejahteraan hidup masyarakat di sini,” ujarnya.
Namun demikian dirinya berharap ada kesepakatan-kesepakat tertulis sebagai dasar yang dapat disampaikan ke pemerintah daerah sehingga pemerintahan distrik juga kelurahan dapat berkoordinasi bersama pihak terkait, baik Bapenda dan lainnya untuk menindaklanjuti hal ini.
Dalam kesempatan yang sama, Marthinus Walilo menyampaikan, sangat prihatin ketika mendengar hal ini, sehingga dirinya bersama rekan lainnya mengunjungi warga secara langsung.
Ia menilai warga ini memang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah jangan sampai dibiarkan larut-larut karena kondisi rumah juga sanitasinya sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan mereka.
“Pemerintah punya tanggung jawab melihat hal yang urgen ini untuk dilakukan duluan, sehingga kami akan membantu proses ini dengan pemerintah daerah atau pun Bapenda,” katanya.
Sementara itu, Leonard Kareth, Kepala Distrik Wania menyampaikan apresiasi atas kunjungan Fraksi Mimika Bangkit, meski belum ditetapkannya alat kelengkapan dewan, sudah turun langsung melihat masyarakat di wilayahnya.
Dengan kehadiran mereka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat lebih dulu dapat diketahui, karena tidak hanya mendengar namun telah turun langsung melihat kondisi masyarakat sebenarnya.
Sehingga hal-hal yang menjadi kebutuhan mendasar sebagaimana yang saat ini dialami warganya yang direlokasi ini, dapat diajukan ke Musrenbang tingkat distrik hingga ke kabupaten, supaya dapat didorong juga oleh para anggota dewan ini.
Ini sangat positif sekali karena yang lalu tidak pernah dilakukan seperti ini, dan kalaupun ada sangat baik dalam hal singkronisasi program baik di tingkat kelurahan juga distrik.
Sementara Yosiana Kamo, Lurah Wonosari Jaya mengaku sebagai kepala kelurahan sejak direlokasinya warga ini, pihaknya belum tahu data akurat jumlah KK, sehingga dirinya berharap dewan dapat membantu mengecek data pastinya.
Dan melihat kondisi warganya saat ini dirinya tidak dapat berbuat banyak, karena kelurahan tidak mengelola dana sebagimana OPD dan tidak dapat mengambil keputusan hanya sebatas usulkan.
Ia juga berharap, jalan yang saat ini menjadi akses terutama ke lokasi tempat warga yang direlokasi ini, dapat diaspal sehingga membantu warganya beraktivitas, terutama anak-anak ketika sekolah.
Dalam kunjungan itu juga ikut serta Luther Wakerkwa, Semuel Bonay, bersama beberapa staf Distrik Wania. (a32)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.