BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan kepada Keluarga Alm Mansur

“Kalau sebelumnya diberikan hanya kepada salah satu orang anak sekarang diberikan kepada dua orang anak mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai dengan lulus S1. Jadi nanti ibu mohon izin BPJS tidak melepas ibu walaupun sudah tidak menjadi peserta. Setiap tahun BPJS akan memberikan manfaat beasiswa, memberikan manfaat jaminan pensiunan seperti itu”

Foto: Yosefina Dai Dore/Timika eXpress
FOTO BERSAMA – Dedy Mulyadi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Mimika (ujung kiri), Darmawati Arifin, Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Mimika (kedua dari kiri), Arony Faruwu (kedua dari kanan) dan Ramli Sitorus (ujung kanan) yang merupakan perwakilan dari PT KPI beserta Ny. Yuliati, ahli waris almrhum Mansur (ketiga dari kanan) bersama putrinya, foto bersama usai acara penyerahan santunan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Cenderawasih, SP2 Timika, Kamis (13/2) siang.

TIMIKA,TimeX
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Mimika menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Mansur, karyawan PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI) di Kantor BPJS Ketenagakerjan, Kamis (13/2) siang.
Santunan tersebut terdiri dari jaminan hari tua sebesar Rp86.340.122, jaminan pensiun bulanan, Rp614.250, jaminan kematian Rp42.000.000 dan bantuan bea siswa dua orang anak dengan total maksimal manfaat Rp174.000.000.
Penyerahkan langsung oleh Dedy Mulyadi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Mimika kepada Ny. Yuliati, ahli waris alm Mansur yang didampingi anak perempuannya.
Turut hadir juga saat itu Arony Faruwu dan Ramlo Sitorus, perwakilan dari pihak PT KPI.
Dedy Mulyadi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Mimika dalam sambutan sebelum menyerahkan santunan menjelaskan, PT KPI yang merupakan salah satu perusahaan strategis, yang dari BPJS Ketenagakerjaan dinamakan perusahaan platinum sudah mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjan secara lengkap.
“PT KPI sudah mendaftarkan semua karyawannya ke dalam empat program yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian jaminan hari tua dan jaminan pensiun,” teranngya.
Ia megatakan jaminan pensiun tidak hanya milik Pegawai Negeri Sipil, ini terbukti pegawai swasta juga mendapat manfaat jaminan pensiun.
“Jadi keluarga almarhum Pak Mansur akan mendapat manfaat jaminan pensiun melalui ibu sampai ibu meninggal dunia. Dan turun nanti kepada dua orang anaknya sampai usai 21 tahun atau belum bekerja,” tuturnya.
Selanjutnya dijelaskan untuk jaminan meninggal dunia atau kematian, BPJS Ketenagakerjaan juga sudah memberikan manfaat melalui Peraturan Pemerintah nomor 82 Tahun 2019 dari 24 juta menjadi 42 juta. Berikut bantuan beasiswa dari 12 juta menjadi 174 juta.
“Kalau sebelumnya diberikan hanya kepada salah satu orang anak sekarang diberikan kepada dua orang anak mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai dengan lulus S1. Jadi nanti ibu mohon izin BPJS tidak melepas ibu walaupun sudah tidak menjadi peserta. Setiap tahun BPJS akan memberikan manfaat beasiswa, memberikan manfaat jaminan pensiunan seperti itu,” tuturnya.
Dikatakan melalui BPJS Ketenagakerjaan pemerintah menyediakan manfaat dari perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Jadi kami tetap akan menjalin komunikasi dengan ibu secara berkala, kami akan melakukan pemberian manfaat tersebut yaitu manfaat pensiun bulanan dan manfaat bantuan beasiswa. Jadi beasiswa ini merupakan program bantuan,” tuturnya.
Diharapkan ketika peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bekerja mengalami risiko, tidak terputus kelangsungan hidupnya, tidak terputus kelangsungan ekonomi dan sosialnya. “Bahkan diharapkan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan sosialnya,” kata Dedy.
Sementara Arony Faruwu, perwakilan dari PT KPI dalam sambutan mengatakan, penyerahan santunan tersebut memberi manfaat yang sangat pasti dan perlindungan bagi karyawan KPI beserta keluarganya.
“Saya merasa bersyukur ketika mendengar penjelasan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan bahwa manfaat yang diterima oleh keluarga dari seorang pekerja ketika masih aktif itu luar biasa,” tuturnya.
Untuk itu, ia mendorong perusahaan yang lain untuk mendaftarkan pekerjanya dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Hari ini kita bisa buktikan ibu telah menerima mnafaat dan saya berharap manfaat ini akan membawakan suatu berkah bagi keluarga karyawan kita,” tuturnya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan yang telah mengelolah dengan baik instansi tersebut, sehingga apa yang diharapkan oleh tenaga kerja bisa terealisasi dengan baik. Semoga apa yang diberikan kepad ibu ini bermanfaat,” tuturnya.
Ia menambahkan PT KPI telah mendaftarkan 980 karyawan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Karyawan kami mulai dari Porsite, Amamapare sampai Tembagapura,” katanya.
Berikut Ny. Yuliati, ahli waris almarhum Mansur mengucapkan terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dan PT KPI atas santunan tersebut.
“Sekarang saya tidak bingung lagi mengenai masa depan anak-anak. Anak saya ada lima yang besar sudah berkeluarga dan alhamdulilah sudah bekerja di KPI. Yang masih sekolah tiga orang, dua orang SMP dan satu kuliah. Satu lagi masih kecil,” ujarnya.
Ia mengatakan suaminya meninggal akibat dari sakit limpa getah bening yang dideritanya selama satu tahun lebih. “Bapak meninggal tanggal 7 Bulan 12 tahun 2019,” pungkasnya. (epy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.