Kapolres Mimika Pimpin Penangkapan Pasutri Bandar Sabu

AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Kapolres Mimika bersama Iptu Sugarda Aditya Kasat Narkoba Polres Mimika dan anggotanya berhasil membekuk bandar sabu yang merupakan sepasang suami isteri (Pasutri).

TUNJUKAN-Tersangka saat menunjukkan Barang Bukti (BB) di hadapan polisi

>> 24 Paket Sabu Siap Edar dan Empat Butir Amunisi Aktif Diamankan

TIMIKA, TimeX

AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Kapolres Mimika bersama Iptu Sugarda Aditya Kasat Narkoba Polres Mimika dan anggotanya berhasil membekuk bandar sabu yang merupakan sepasang suami isteri (Pasutri).

Pasutri  berinisial BS dan IW (34) ini diamankan bersama barang bukti 24 paket sabu siap edar setelah digerebekan di rumah kontrakannya di Jalan Papua II, bilangan Yos Sudarso, Kampung Nawaripi, tepatnya di belakang SMA Negeri 1 Mimika pada Jumat (14/2) sekitar pukul 12:00 WIT.

Setelah ditangkap, petugas langsung melakukan penggeledahan di setiap sudut rumah kontrakan BS dan IW.

Setelah ditemukan lima paket sabu dalam kemasan,  petugas pun mulai mengiterogasi BS dan IW terkait kepemilikan barang haram tersebut.

“Waktu awal kami tanya keduanya mengelak. Tapi setelah kami terus geledah dan kembali temukan sepuluh paket, mereka dua tidak lagi berkutik,” jelas Sugarda kepada wartawan disela-sela penangkapan itu.

Ditengah penggeledahan, petugas kembali menemukan sembilan paket serbuk narkotika jenis sabu.

“Sebanyak 24 paket yang kita amankan, 15 dalam kemasan paket besar, sedangkan 9 paket kecil, ini diperkirakan berat kotor sebelum ditimbang di pegadaian sekitar 15 gram” urainya.

Dari barang bukti yang diamankan, dan keterangan awal Pasutri, Sugarda menegaskan bahwa BS dan IW adalah bandar narkoba dan telah lama menjadi target kepolisian setempat.

Adapun penggerebekan dilakukan setelah dilakukan penyelidikan selama tiga hari atas informasi yang diterima dari masyarakat setempat.

“Dari informasi yang kami terima, katanya ada pengiriman narkoba dari Makassar melalui pintu Pelabuhan Pomako dan akan diedarkan di Timika, untungnya kita cegah duluan,” ungkap Sugarda.

Tambah Sugarda, paket sabu yang diamankan itu didatangkan BS dan IW dari Makassar dan dibungkus kantong plastik warna hitam.

Pelaku ini merupakan bandar yang selama ini mengedarkan sabu di wilayah Mimika. Selain itu, kita juga menemukan BB empat amunisi untuk laras panjang serta satu buah parang dan keris kecil,”jelasnya.

Untuk diketahui, BS dan IW menjual barang haram tersebut seharga Rp2 juga hingga Rp2,5 juta pergram.

“Kalau dari barang bukti yang diamankan, 15 paket besar dijual Rp2 juta, sedangkan 9 paket kecil dijual Rp400 ribu perpaket,” paparnya.

Lanjut Sugarda, dari keterangan BS dan IW, sebelum paket sabu diedarkan, Pasutri yang adalah bandar narkoba ini memecah atau membaginya sesuai pesananan, yaitu paket besar atau kecil.

Sementara itu, barang bukti lain yang diamankan dari penangkapan BS dan Iw, diantaranya sebuah Handphone (HP) merek bintang  warna hitam, sebuah HP merek Samsung, sebuah HP merek Nokia warna putih.

Tidak hanya itu, diamankan pula empat butir amunisi aktif untuk senjata laras panjang, dengan rincian tiga amunisi tajam dan satu amunisi hampa.

Diamankan pula satu timbangan merk camry, dua buah sendok takar, satu bundel plastic bening dan dua buah dompet warna hitam dan wanna kuning berisi identitas kedua Pasutri yang resmi ditetapkan tersangka.

BS dan IW telah menempati rumah kontrakan tersebut sejak 2014 silam.

Keduanya memiliki tiga orang anak yang kini berada di Makassar, dan IW sendiri diketahui tengah hamil empat bulan. (aro)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.