Maret, Kokonao dan Agimuga Sudah Terang

“Mohon maaf masyarakat Agimuga dan Kokonao. Seharusnya tahun 2019 sudah menyala namun karena ada kendala pengadaan mesin oleh PLN akhirnya terpaksa mundur ke tahun 2020”

Foto: Antonius Djuma/TimeX
Hotman Ambarita

TIMIKA,TimeX
Hotman Ambarita, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Timika memastikan masyarakat wilayah Distrik Agimuga dan Distrik Mimika Barat-Kokonao mulai menikmati terangnya listrik pada Maret mendatang tahun ini.
“Mohon maaf masyarakat Agimuga dan Kokonao. Seharusnya tahun 2019 sudah menyala namun karena ada kendala pengadaan mesin oleh PLN akhirnya terpaksa mundur ke tahun 2020,” kata Hotman saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Jumat (14/2).
Ia menegaskan sekarang PLN tidak bisa beli mesin. Alasan PLN harus dialihkan ke solar sell, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro dan lain-lain karena keterbatasan BBM. Ini sudah menjadi program pemerintah.
Atas alasan ini ujarnya, akhirnya terjadilan keterlambatan penerangan di tiga wilayah yakni Atuka, Agimuga serta Kokonao.
Atuka memang sudah menyala setelah relokasi mesin dari Manokwari. Mesin untuk Agimuga dan Kokonao sudah ada sekarang sudah hidup.
Ia mengatakan dua mesin untuk Agimuga dan Kokonao PLN tidak bawa langsung ke lokasi tapi ditempatkan di PLN sini dulu, lakukan perbaikan supaya lebih handal, jika ada kendala mudah diperbaiki.
“Waktu di sana mesinnya posisi hidup bukan rusak. Bawa ke sini kita bersihkan semua supaya nanti pada saat pindahkan ke lokasi sudah tidak ada masalah tinggal hidupkan saja. Saat ini dua mesin itu sudah pada jadi semua. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, target Maret sudah menyala,” jelasnya.
Ia harap sama-sama berdoa supaya tidak ada hambatan lagi.
“Kita juga minta maaf kepada masyarakat Agimuga dan Kokonao. PLN tetap berusaha secepatnya supaya warga segera nikmati listrik,” katanya.
Agimuga ada 300an pelanggan dengan kapasitas mesinnya 100 Kwh. Mesin 1 Kwh ini operasinya belum sampai 24 jam. Mungkin hanya 6 atau 12 jam nanti dilihat kembali. Menunggu ke depannya, sebab 24 jam tidak bisa andalkan satu mesin saja harus butuh istirahat. “Tapi harapan kita minimal masyarakat sudah bisa menikmati sekalipun belum 24 jam,” katanya.
Sedangkan Kokonao ada 150an. Dengan dioperasikan dua mesin ini nanti ada petugas PLN yang ditempatkan di dua wilayah itu.
Ia menegas untuk PLN di wilayah Indonesia Bagian Timur tidak bicara mengejar untung melainkan kejar target bagaimana menekan biaya operasional yang cukup besar. (tio)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.