189 Guru SMA/SMK di Papua akan Dipecat

“Ini yang perlu dirapikan, sehingga jika guru-guru ASN ini lengkap, untuk apa kita kontrak guru banyak-banyak, namun karena guru ASN tersebar di mana-mana dan punya masalah maka kita akan rapikan’

Christian: Saya akan Kejar Penyalahgunaan Dana BOS

Ffoto: Echie/TimeX
Christian Sohilait

TIMIKA,TimeX
Christian Sohilait, ST. M.Si, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, memastikan akan mengejar penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ia juga mengancam akan melakukan pemecatan secara langsung bagi oknum yang diketahui terlibat dalam penyalahgunaan dana BOS.
“Saya akan kejar, karena dana BOS di mana-mana bermasalah, baik SD, SMP dan SMA/SMK,” tegas Christian Sohilait, saat berada di SMK Filadelfia, Sabtu (15/2).
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengatakan setidaknya 189 guru tingkat SMA/SMK di Papua akan dipecat karena dianggap tidak mencirikan diri sebagai seorang pendidik.
Hal ini disebabkan guru tersebut terjerat kasus pembunuhan dan telah dihukum penjara selama 6 tahun, ada yang sudah tidak mengajar 11 tahun lebih, ada yang sudah menjadi anggota DPRD, namun hingga Januari masih menerima gaji, bahkan lanjut dia, ada yang masuk organisasi terlarang baik ISIS dan HTI.
Di samping karena pelanggaran hukum, guru-guru tersebut sudah tidak lagi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru, dan memilih membuka usaha dan lainnya.
Hal ini terjadi hampir di seluruh daerah di Papua, baik Timika, Wamena, jayapura, juga Merauke.
Untuk itu, minggu depan pihaknya akan melakukan pemecatan kepada sembilan guru dan akan disusul kemudian 180 orang.
Terkait identitas guru yang akan di pecat, dirinya menyampaikan nama-nama guru tersebut belum dapat disampaikan khsususnya yang berkaitan dengan masalah hukum, karena masih menunggu hasil putusan dari pengadilan yang sudah berkekuatan tetap.
“Sedangkan sekolah yang gurunya mengikuti organisasi terlarang, kita harus tunggu surat dari Menkopolhukam,” tambahnya.
“Ini yang perlu dirapikan, sehingga jika guru-guru ASN ini lengkap, untuk apa kita kontrak guru banyak-banyak, namun karena guru ASN tersebar di mana-mana dan punya masalah maka kita akan rapikan,” katamya.
Dikatakan, profesi guru adalah panggilan dengan hati nurani sehingga guru harus mengabdi. Tidak dapat dipungkiri bahwa guru juga membutuhkan uang, namun harus mengingat panggilan jiwa dan hati nurani itu nomor satu. Itulah perbedaan guru ASN dengan yang lain.
Ia juga mengimbau kepada seluruh guru yang sudah keluar dari arasnya, untuk kembali karena ketika tidak kembali maka akan sangat berdosa untuk generasi bangsa ini yang ada tersebar di mana-mana dan tidak bisa apa-apa.
“Ingat bahwa keberhasilan mereka adalah keberhasilan kita, tatapi kekegagalan mereka jangan-jangan disebabkan juga oleh kita,” pesannya.(a32)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.