Pra Technical Meeting III Ditutup, Penjualan Miras Dihentikan Dua Minggu Sebelum Pesparawi

Foto: Dok./TimeX
Johanes Rettob

TIMIKA, TimeX
Johanes Rettob, Wakil Bupati Mimika pada Sabtu (15/2) menutup secara resmi kegiatan Pra Technical Meeting III di Hotel Horison Ultima Timika. Penutupan ditandai pencopotan tanda peserta dari perwakilan Papua dan Papua Barat serta pemukulan tifa.
Pada penutupan kegiatan tersebut, Jhon Rettob menyampaikan dirinya sudah menyurati semua pengusaha dan penjual minuman keras jenis apapaun, untuk menghentikan penjualan minuman keras (Miras) paling lambat dua minggu sebelum pelaksanaan Pesparawi.
Sementara itu, berdasarkan catatan panitia, dari 42 kabupaten/kota sudah sebanyak 16 kabupaten/kota yang memasukan data administrasi kepada panitia pelaksana.
Dr Nyoman Putu Gede, Ketua Panitis Pra Technical Meeting III dalam laporannya menyatakan, jumlah kabupaten/kota yang hadir sebanyak 37 atau 88,09 persen dari 42 Kabupaten/Kota Se Tanah Papua. Lima Kabupaten di Provinsi Papua yang tidak hadir adalah Kabupaten Intan Jaya, Lany Jaya, Nduga, Yahukimo dan Yalimo. Sedangkan Papua Barat hadir 100 persen.

Selanjutnya jumlah peserta yang hadir adalah 199 orang atau 93,43 persen dari jumlah yang direncanakan sebanyak 213 orang yang terdiri dari unsur LPPD 24 Kabupaten/Kota Provinsi Papua berjumlah 96 orang, LPPD 13 Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat 52 orang, LPPD Provinsi 5 orang, LPPD Papua Barat 7 orang, Panitia Pelaksana Kabupaten Mimika 25 orang, dan panitia dari LPPD Provinsi Papua 14 orang.

Adapun capaian hasil pra technical meeting, penerimaan penyerahan data administrasi baru tercatat sebanyak 16 Kabupaten/kota atau 38,10 persen dari jumlah 42 kabupaten/kota se Tanah Papua dengan rincian sebagai berikut.

Provinsi Papua tercatat 12 (duabelas) yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, Biak Numfor, Jayawijaya, Nabire, Keerom, Dogiyai, Mappi, Pegunungan Bintang, Supiori dan Kabupaten Waropen.

Provinsi Papua Barat tercatat 4 yaitu Kabupaten Kaimana, Raja Ampat, Sorong dan Sorong Selatan.

Penerimaan penyerahan data lagu baru tercatat sebanyak 13 Kabupaten atau 31 % dari jumlah 42 Kabupaten/Kota se Tanah Papua dengan rincian sebagai berikut: Provinsi Papua tercatat sebanyak 10 yaitu: Kabupaten Jayapura, Mimika, Nabire, Mamberamo Raya, Deiyai, Dogiyai, Asmat, Pegunungan Bintang, Puncak, dan Waropen.

Provinsi Papua Barat sebanyak 3 yaitu Kota Sorong, Raja Ampat, dan Sorong Selatan.

Berdasarkan rapat pra technical meeting yang dilaksanakan tiga hari itu menghasilkan sejumlah rekomendasi yakni LPPD Provinsi Papua perlu melaksanakan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman bagi para pelatih, LPPD Kabupaten/Kota yang belum menyerahkan kelengkapan data administrasi dan data lagu lomba untuk segera menyerahkan paling lambat tanggal 31 Maret 2020 kepada Panitia Pesparawi XIII se Tanah Papua di Kabupaten Mimika.

Berikut, LPPD Kabupaten/Kota untuk memastikan para peserta kontingen yang akan ikut lomba Pesparawi XIII semuanya dalam kondisi sehat;

Panitia Pelaksana dapat menindak lanjuti saran, usul, dan masukan dari peserta untuk memantapkan persiapan terkait fasilitas transportasi, akomodasi dan konsumsi serta kebutuhan lainnya untuk suksesnya pelaksanaan Pesparawi XIII se Tanah Papua;

Ketua LPPD Provinsi Papua Drs. Elly Loupatty MM dalam sambutannya menyatakan syukur karena kegiatan berlangsung lancar. “Saya sampaikan apresiasi karena seluruh peserta tetap di tempat, berbicara terang terangan. Saya minta komitmen kita dengan panitia harus konsisten dan konsekwen. Kita tingkatkan gaya milinealis, untuk hal-hal tertentu kita pakai media sosial. Saya berharap dan berdoa semoga tidak ada masalah lagi tentang hasil, karena juri terbaik,” bebernya.

Sementara Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob S.Sos., MM dalam sambutan penutupan meminta maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung.

“Kebetulan saya juga sebagai ketua umum. Saya senang karena saya melihat setiap hari bapak ibu luar biasa, mulai pagi sampai malam kursi-kursi selalu penuh. Kami berharap, bapa ibu sekalian pulang dari sini kabarkan kepada yang lain bahwa ternyata Mimika itu aman, bukan tiap minggu kacau,” ujarnya. (ale)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.