Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas, SMK Filadelfia MoU dengan PT. PSU

“Saya harap seluruh SMK di Mimika harus bisa menghasilkan uang dan saya juga berharap supaya dunia usaha bisa berkomitmen untuk berkewajiban membangun sekolah-sekolah yang ada di Mimika”

Foto: Echie/TimeX
MENYERAHKAN – Anita H Moormann, GM Commercial PT. PSU menyerahkan MoU kerjasama kepada Jusuf A Felubun, Kepala SMK Filadelfia, disaksikan Christian Sohilait, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua (tengah), Sabtu (15/2).

TIMIKA,TimeX
Dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dari segi food and beverage (F&B), SMK Filadelfia melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Pangan Sari Utama (PSU) di sekolah itu pada Sabtu (15/2). Salah satu poin dalam kerjasama tersebut adalah para siswa terbaik saat magang otomatis akan diakomodir oleh PT PSU.
Penandatanganan MoU berlangsung di SMK Filadelfia antara Jusuf A. Felubun, Kepala SMK Filadelfia dengan Anita, General Manager PT. PSU. Turut disaksikan Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua didamping Yulianus Kuayo, Kabid SMK Disdik Provinsi Papua, John Lemauk, Ketua MKKS SMK, Edy Soeryono, Pengawas SMK, Yulian Solossa, Anggota DPRD Mimika. Lainnya Kepala-kepala SMK, perwakilan perhotelan serta staf pengajar SMK Filadelfia.
Anita H. Moormann, General Commercial PT. PSU dalam sambutan menyampaikan PT. PSU Timika saat ini melayani catering untuk 20 ribu lebih karyawan dan sub kontraktor, merupakan proyek yang paling besar melayani PT Freeport Indonesia, baik area Tembagapura dan Timika. Targetnya untuk tahun 2029, PT. Freeport Indonesia adalah karyawan dan kontraktornya orang asli Papua. Sehingga PT. PSU berkomitmen bersama mendukung hal ini agar dapat memajukkan orang Papua.
“Kami berharap kami punya andil di sini dalam memberdayakan mereka dan mudah-mudahan berhasil atas kerja keras dan usaha bersama ke depannya,” harap Anita.
Sementara Jusuf A. Felubun, Kepala SMK Filadelfia mengatakan ini moment yang luar biasa karena merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2019, tentang revitalisasi SMK. Di mana Inpres tersebut sudah ditanda tangani 12 kementerian dan 34 gubernur. Di mana SMK punya kekuatan hukum, baik dunia usaha dan dunia industri harus mengakomodir siswa untuk memperkenalkan diri di dunia kerja. “Momen ini sudah kami tunggu selama delapan tahun dan bisa terjawab di tahun ini,” ujarnya.
Ia mengatakan kini, SMK Filadelfia bisa mensejajarkan diri dengan sekolah lain khususnya SMK yang bukan hanya di Papua saja, namun di seluruh Indonesia. Karena di Papua hanya ada beberapa yang punya Jurusan F&B, yakni SMK Filadelfia, SMK Merauke dan SMK Negeri 1 Jayapura, dan untuk bidang tata boga sekolahnya yang terbaik di Indonesia Timur.
Mendukung pengembangan SMK Filadelfia, saat ini sekolah terdapat fasilitas dua ruang uji kompetensi yakni ruangan kuliner (cooking) dengan alat-alat yang sudah tersedia juga restoran, yang fokus pada western food (hidangan eropa) yang akan diresmikan dalam waktu dekat. Kemudian tuntutan dari SMK adalah bagaimana siswanya atau lulusannya bisa menciptakan lapangan kerja atau bisa diakomodir untuk bekerja.
Ia harapkan lewat ajang penandatanganan MoU ini akhirnya bisa menjawab itu. Anak-anak juga mempunyai kepastian dan melakukan yang terbaik dan otomatis tidak ada lagi kesimpangsiuran cara berpikir mereka nanti mau kerja di mana.
Selain PT PSU, ia harapkan ada industri-industri lain harus bisa mengakomodir siswa SMK Filadelfia, yang saat ini berjumlah 95 dengan satu Jurusan Tata Boga, untuk praktek dan bisa bekerja sama khususnya menciptakan peluang-peluang yang baru.
Sementara, Christian Sohilait, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mengapresiasi atas turut berpartisipasinya dunia usaha yakni PT PSU dalam dunia pendidikan di Timika. Terutama telah berjasa mengembangkan SDM anak-anak Papua dimulai dari hal yang kecil. Ia berharap apa yang dilakukan oleh PT. PSU dapat diikuti dunia usaha dan industri lainnya terlepas dari sebagai perusahaan skala besar, namun komitmen dalam memajukkan pendidikan patutulah dicontoh.
Kepada semua pihak yang ada di SMK, dirinya berpesan agar dapat membangun relasi dengan dunia usaha, jika macet di mana, akan dilakukan intervensi langsung dari provinsi. Tidak boleh ada satu dunia usaha pun di tanah Papua yang tidak memberikan kontribusi untuk pendidikan.
“Saya harap seluruh SMK di Mimika harus bisa menghasilkan uang dan saya juga berharap supaya dunia usaha bisa berkomitmen untuk berkewajiban membangun sekolah-sekolah yang ada di Mimika,” ujarnya. (a32)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.