Maret, Beras Fortivit Pencegah Stunting Tiba di Timika

“Sekarang stoknya masih untuk promosi baru lima bungkus atau lima kilo. Rencananya diakhir Februari atau awal Maret dapat 1,2 ton beras ini. Awalnya ini lebih pada promosi belum bisa dikomersilkan”

Foto: Antonius Djuma/TimeX
MENUNJUKAN – Ariek Estyanto I.W, Kepala Kansilog Timika menunjukan beras fortivit dalam kemasan 1 kilogram saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Rabu (19/2).

TIMIKA,TimeX
Sebanyak 1,2 ton beras fortivit pencegah stunting tiba di Perum Bulog Kansilog Timika yang dijadwalkan akhir Februari atau awal Maret mendatang. Beras in langsung dikirim dari Bulog Pusat. Beras ini mengandung fortifikan dengan kandungan nutrisi sebagai berikut. Vitamin A, vitamin B1 (Tiamin), vitamin B3 (Niasin), vitamin B6, vitamin B9 (Asam folat), vitamin B12, Zat besi (Fe) dan seng (Zn).
Demikian disampaikan oleh Ariek Estyanto I.W, Kepala Kansilog Timika saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Rabu (19/2).
Menurutnya, beras fortivit dengan tagline, sehat-nikmat-bergizi ini jenis prodak baru dari Perum Bulog. Fungsinya sama saja dengan beras biasa hanya membedakan pada beberapa butirnya disuntik multi vitamin warnanya sedit kining dari biasanya putih kapur.
Fungsi utamanya untuk mengurangi angka kurang gizi terutama bagi bayi baru lahir. Dengan konsumsi beras ini sehingga angka kecukupan gizinya dipenuhi.
Menurutnya, yang ideal konsumsi sebenarnya ibu hamil, sedangkan untuk orang dewasa bisa dicukupi gizinya dengan makan makanan sehari-hari. Dengan konsumsi beras ini bisa membantu pertumbuhan anak yang kurang optimal atau lagi santer isu stunting atau gagal tumbuh.
“Sekarang stoknya masih untuk promosi baru lima bungkus atau lima kilo. Rencananya diakhir Februari atau awal Maret dapat 1,2 ton beras ini. Awalnya ini lebih pada promosi belum bisa dikomersilkan,” katanya.
Ia mengatakan mengenalkan manfaat beras ini pihaknya telah promosi di Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dan Puskesmas Timika Jaya beberapa waktu lalu. Pihak Dinkes maupun petugas Puskesmas Timika Jaya menyambut baik. Promosi ini sasaran kepada semua Puskesmas di wilayah Kota Timika yang mudah terjangkau.
Sasaran kepada Dinkes dan Puskesmas, ia beralasan mereka yang bersentuhan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat. Dan diharapkan Dinkes bisa subsidi untuk beli kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat kurang mampu secara ekonomi terutama ibu hamil. Sebab diminta beli sendiri belum tentu lantar harganya mahal dijual Rp21.000-22.000 per kilogram.
“Beras ini baru tiba akhir Januari. Kemasan 1 kilogram dalam posisi vakum hampa udara. Dari segi awet beras ini lebih awet dari beras biasa dan sangat steril. Bebas udara, bakteri dan kutu. Beras ini juga tetap mempunyai masa kedaluarsanya selama dua tahun sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI),” jelasnya.
Selain Kabupaten Mimika ujarnya, juga mencakup Kabupaten Puncak. Kabupaten Puncak sudah upayakan promosi hanya saja sulitnya transportasi dan keterbatasan waktu, maka beberapa waktu lalu ada petugas Dinas Kesehatan Puncak langsung diberikan penjelasan manfaat beras ini. Diharapkan ia bisa membantu promosi kepada masyarakat setempat. Sementara untuk Timika dari Bulog turun tangan sendiri. (tio)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.