Pembagian Shift Jaga Anggota Polres Ditiadakan

Irjen Polisi Paulus Waterpauw, Kapolda Papua memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolsek meniadakan pembagian shift jaga anggota hingga tuntasnya gelaran PON XX Papua.

Foto : Rina/TimeX
APEL-Irjen Pol. Papulus Waterpauw, Kapolda Papua saat memimpin apel di Halaman Kantor Pelayanan Polres Mimika.

TIMIKA, TimeX

Irjen Polisi Paulus Waterpauw, Kapolda Papua memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolsek meniadakan pembagian shift jaga anggota hingga tuntasnya gelaran PON XX Papua.

Kebijakan ini diambil Kapolda Papua mengingat jajarannya belum maksimal dan optimal memberikan pelayanan hingga ke tengah-tengah masyarakat Papua.

“Supaya kalian anggota bisa lebih membangun komunikai dan ajak masyarakat jaga keamanan, maka kekuatan yang ada harus kita manfaatkan, anggota harus masuk setiap hari dengan ditiadakannya pembagian shift jaga rutin”.

Demikian ditegaskan mantan Kapolda Sumut ini saat memberikan arahan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis (20/2).

Penyampaian arahan Kapolda Papua dihadiri seluruh jajaran Polres Mimika dan sejumlah Satgas yang bertugas di Mimika, diantaranya Satgas Amole, Satgas Amanusa, dan Satgas Nemangkawi.

Pengalihan strategi pengamanan ini mengingat Mimika sebentar lagi akan menjadi tuan rumah dua event akbar, yaitu Pesparawi pada 10-22 Juni dan PON pada Oktober nanti.

“Konsentrasi kita fokus pada ribuan masyarakat yang hilir mudik, dan pastinya  kita harus kerja setiap hari untuk ciptakan situasi Kamtibmas mulai sekarang sampai pelaksanaan hingga penutupannya nanti, ini jadi tugas besar kita,” serunya.

Dihadapan ratusan anggota Polres maupun Brimob, Kapolda Papua mengaku prihatin dengan banyaknya bantuan personel Satuan Tugas (Satgas) dari luar ke Papua.

“Saya prihatin karena ini bisa jadi stigma anggota polisi di Papua tidak mampu dan maksimal laksanakan tugas. Jangan kita dianggap tidur karena banyak teman-teman Satgas,” tantang Kapolda dihadapan anggotanya.

Sambung dia, dengan keterbatasan personel Polres di Papua, tentu bukan alasan jika potensi personel yang ada dioptimalkan melalui managemen yang matang.

Selain menciptakan Kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat, khusus jelang Pesparawi dan PON XX Papua, keberadaan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) PT Freeport Indonesia perlu mendapat perhatian khusus dalam  pengamannya.

“Karena Timika dijuluki ‘nusantara mini’ lantaran masyarakatnya heterogen dari berbagai suku, sehingga potensi konflik pasti ada. Untuk itu, kita perlu sikapi setiap perkembangan situasi agar aktivitas masyarakat tetap normal,” pesannya.

Selain itu, adanya kelompok yang menggunakan label Papua meredeka dengan melakukan gerakan tertentu, yakni ada yang menyiapkan dan menjual 100 butir amunisi seharga 15 juta, ini patut disikapi tegas.

“Disini fungsi intelijen bekerja dan bergerak mencari informasi sebanyak-banyaknya dengan berbaur dengan masyarakat untuk mempermudah informasi yang diperoleh,” terang Kapolda menambahkan arahan ini sekaligus sebagai motivasi, dan jangan dianggap sebagai beban. (aro)

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.