Polres Minta Penjelasan Detail Inspektorat Mimika

>>Selidiki Dugaan Penyalahgunaan BOK Puskesmas Wania

Seekor harimau tidak akan memangsa anaknya sendiri. Namun, seorang bapak berinisial NS (35) sungguh biadab. NS tega menyetubuhi anak kandungnya. Aksi bejatnya itu terungkap sudah berlangsung sejak 2018 lalu, dan dilakukan NS setiap hari sepulangnya bekerja.

AKP M Burhanuddin Yusuf Hanafiah

TIMIKA, TimeX

Dalam menguak dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pihak penyidik Reskrim Polres Mimika menghendaki penjelasan detail dari Inspektorat Mimika.

Pasalnya, dari surat yang dilayangkan penyidik kepada Inspektorat Mimika sebagai APIP, suratnya telah dibalas.

Hanya saja, balasan surat tersebut belum memberikan penjelasan, apakah perbuatan pidana oknum ASN pada Puskesmas Limau Asri telah menyebabkan kerugian negara atau tidak.

“Karena surat dari Inspektorat masih belum mengarah kejelasan, sehingga kami minta penjelasan detail. Ini bukan karena kami tidak bisa menilai tindak pidana, namun sudah merupakan prosedur tetap dalam pengungkapan kasus korupsi”.

Demikian dijelaskan AKP M. Burhanuddin Yusuf Hanafiah Kasat Reskrim Polres Mimika kepada wartawan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (28/2).

Hanafiah memastikan, setelah dapat surat penjelasan, maka akan digelar penyelidikan perkaranya bersama pihak Inspektorat.

Sementara ini, Satreskrim Polres  Mimika tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan BOK tahun anggaran 2019 yang bersumber dari APBN non fisik.

Termasuk dugaan penyalahgunaan JKN tahun anggaran 2019 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk BPJS Kesehatan.

“Dari alokasi BOK dan DAK JKN ditaksir kerugian negara kurang lebih Rp450 juta,” jelas Hanafi. (aro)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.