Tempat Hiburan dan Rumah Ibadah Diminta Patuhi Edaran, Penyemprotan Disinfektan Mulai Dilakukan

“Bahkan untuk tempat hiburan akan kita tutup, karena berpotensi menjadi tempat penularan virus, dan akan dikawal Satpol PP”

Foto: Echie/ TIMIKA
TINJAU-Eltinus Omaleng, Bupati Mimika didampingi Jhon Rettob, Wabup, Marthen Paiding, PJ Sekda Mimika, Reynol Ubra beserta tim gugus penanganan corona di Mimika mengunjungi RSUD Mimika, untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, Kamis (19/3).

TIMIKA,TimeX
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika yang dibentuk melalui SK Nomor 158 tahun 2020 kini mulai bekerja. Kamis (19/3), tim dipimpin langsung Eltinus Omaleng, Bupati Mimika dan Johannes Rettob, Wabup Mimika mengunjungi sejumlah tempat seperti bandara dan RSUD guna memastikan kesiapan Mimika menghadapi COVID-19.
Marthen Paiding, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika, saat jumpa pers di Jalan Cenderawasih didampingi Reynold Ubra (juru bicara), bersama petugas kesehatan mengatakan, selain mengunjungi pintu masuk serta fasilitas kesehatan, pihaknya juga telah menyampaikan surat edaran kepada pimpinan OPD, Pimpinan BUMD dan swasta, pimpinan perguruan tinggi, kepala-kepala sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, denominasi Gereja, tokoh agama, tokoh perempuan, adat, pemuda dan seluruh masyarakat agar mengikuti apa yang disampaikan oleh pemerintah daerah, yakni mengurangi aktivitas di luar dan sementara menghindari berkumpul.
“Bahkan untuk tempat hiburan akan kita tutup, karena berpotensi menjadi tempat penularan virus, dan akan dikawal Satpol PP,” ungkap Marthen.
Marthen mengatakan, kunjungan di bandara guna mengecek kelengkapan dan di sana telah dilakukan pemeriksaan menggunakan thermogun yang ditembakkan kepada penumpang yang masuk, juga penyemprotan disinfektan yang dilakukan di bandara dan pusat pemeritahan oleh tim Dinas Kesehatan. Dan akan dilanjutkan pada sarana-sarana umum lainnya mulai besok (hari ini, red) dan secara kontinyu akan dilakukan.
Sidak di sejumlah apotik juga telah dilakukan, dalam rangka memastikan ketersediaan obat terutama masker dan hand sanitizer dan hasilnya ternyata memang sudah kosong.
Namun demikan, masyarakat diimbau agar tidak panik, tetapi bisa melakukan pencegahan secara mandiri dengan mencuci tangan bersih menggunakan air mengalir dan sabun.
Ia juga menyampaikan IDI telah melakukan promosi kesehatan baik di media online maupun cetak agar masyarakat mempunyai pengetahuan tentang hal ini.
Sementara untuk petugas kesehatan dikecualikan tetap bekerja, untuk kelancaran tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan rapat-rapat akan ditentukan oleh pimpinan OPD dalam rangka kelancaran tugas-tugas. Terutama yang berkaitan dengan kelancaran Pesparawi dan PON.
Namun diimbau tetap melaksanakan etika yang dilakukan baik duduk berjauhan 1 meter dan lainnya. Kepada pimpinan BUMN dan seluruh swasta bahwa, ia melakukan sistem kerja yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengatur pegawainya tetapi bagaimana untuk pelayanan kepada masyarakat agar tidak meninggalkan pelayanan.
Perguruan Tinggi tetap melakuakn aktifitas belajar mengajar dengan online atau dengan cara lain tetapi tidak berkumpul dalam satu tempat.
Untuk orangtua dianjurkan anak-anak tinggal di rumah dan denominasi gereja pemerintah menghimbau agar diatur sebaik mungkin agar masyarakat tidak berdesak-desakan supaya tidak terjadi penularan virus.
Kepada tokoh-tokoh pemuda, ormas dan organisasi politik diharapkan tidak melakukan aktivitas selama waktu yang ditentukan. Bukan melarang tapi menjaga agar masyarakat aman.
“Kalau kita bekerja sama maka akan terhindar, jika ada yang tidak kooperatif maka akan menularkan virus kepada yang lain,” katanya.
Ia menambahkan berdasarkan Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) selama 24 jam yang berasal dari 8 fasilitas kesehatan, yaitu satu RS dan 7 puskesmas belum ditemukan COVID-19.
“Besok juga akan melakukan kegiata-kegiatan pemeriksaan baik di bandara dan pelabuhan. Akan dilakukan pula penyemprotan rumah ibadah dan tempat umum lainnya. Namun tetap menjaga agar stok ini tetap terjaga jangan sampai pada saatnya nanti ada pasien baru kalang kabut,” katanya.
Sementara itu pejabat yang saat ini berada di luar seperti di Jayapura diharapkan segera kembali dan akan mengikuti protokoler yang sudah diatur gugus. (a32).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.