Sebagian Warga Mulai Panic Buying Sembako

“Soalnya teman-teman bilang, akan ada lockdown, makanya kita lakukan persiapan. Paling tidak beras dulu lah karena kebutuhan pokok. Kalau lainnya bisa diupayakan”

Ilustrasi

TIMIKA,TimeX
Aksi memborong sembako (panic buying) di sejumlah toko di Timika oleh warga mulai nampak.
Panic buying yang dilakukan warga menyusul adanya pemberitahuan status darurat siaga corona (COVID-19) selama 14 hari oleh Pemerintah Provinsi Papua termasuk di Mimika.
Meski Pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk menjaga Mimika tetap dalam kondisi aman namun warga yang merasa cemas dan kini mulai membeli sejumlah kebutuhan pokok yang dianggap bisa saja langka sewaktu-waktu atau mengalami kenaikan harga.
Salah satu bahan pokok yang diborong warga adalah beras.
Pantauan Timika eXpress, beberapa warga di salah satu toko distributor membeli beras hingga empat sak atau sekitar 100 kilo gram lebih.
Gisael Sampe, salah seorang warga kepada Timika eXpres Jumat (20/3) mengungkapkan kebutuhan beras untuk konsumsi keluarganya bisanya masuk dalam belanja bulanan paling banyak 30 kilo gram.
Sedianya dirinya baru akan membeli beras bulan depan (April), namun isu yang berkembang di kalangan masyarakat mendorong dirinya untuk membeli persediaan beras dalam jumlah yang cukup.
“Soalnya teman-teman bilang, akan ada lockdown, makanya kita lakukan persiapan. Paling tidak beras dulu lah karena kebutuhan pokok. Kalau lainnya bisa diupayakan,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait dengan harga sejumlah kebutuhan pokok sejauh ini masih terbilang stabil dan tidak terjadi kelangkaan.
Seperti yang disampaikan salah sati karyawan dari toko Grosisr di Jalan Hasanuddin Irigasi. Pasalnya saat inisemua kebutuhan pokok masih dalam jumlah yang aman seperti biasanya dan harganya pun masih stabil.
“Kalau kenaikan harga sementara ini tidak ada sih, tidak tahu ke depan ini, karena baru saja bongkar barang,” kata seorang karyawan Toko Umega.
Ditanya mengenai peningkatan pembelian kebutuhan, menurutnya masih tetap normal, meski ada warga beberapa hari terakhir yang memang melakukan pembelian beras dalam jumlah yang banyak.
“Kalau beli dalam jumlah banyak itu kita tidak tau apakah untuk konsumsi atau untuk dijual lagi karena kita kan memang jual grosir,” imbuhnya.
Sebelumnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika melalui Inosensius Yoga Pribadi, Sekretaris Disperindag kepada Timika eXpress mengungkapkan pihaknya terus melakukan pengawasan di pasar terkait dengan ketersediaan barang dan harga.
Hingga Kamis (19/3) lalu kata Yoga, harga masih stabil dan stok barang tetap aman untuk beberapa waktu ke depan. (ozy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.