Antisipasi Virus Corona, Miris, Ada THM Datangkan Pramuria Baru

Pantauan Timika eXpress, masih ada sejumlah THM belum mentaati Surat Perintah Tugas (Sprint) Bupati Mimika tentang langkah-langkah kongkrit dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Mimika.

FOTO: ECHIE/TIMEX
RAZIA – Pertugas gabungan yang terdiri dari Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mimika, Satpol PP dan Dinkes serta KPA Mimika melakukan razia dan sosialisasi di salah satu THM, Sabtu (22/3). Tampak sejumlah pramuria sementara berada di dalan THM.

TIMIKA,TimeX

Merebaknya virus Corona (COVID-19) sangat meresahkan masyarakat. Pemerintahpun berupaya mengatasi kemungkinan makin meluasnya virus yang belum ada obatnya tersebut, salah satunya dengan imbauan penutupan Tempat Hiburan Malam (THM).

Mirisnya, dalam razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mimika, terhadap THM sebagai tindaklanjut dari imbauan Bupati Mimika pada Sabtu (21/3) malam, ditemukan masih ada sejumlah THM yang beroperasi bahkan mendatangkan pramuria baru,  dimana daerah asalnya diketahui sebagai daerah yang sudah terinveksi COVID-19.

Berdasarkan data yang dihimpun Timika eXpress, pramuria tersebut berasal dari Jakarta, Makassar, Manado, dan keberadaan mereka di Timika belum lama, bahkan beberapa diantaranya baru tiba di Timika pada Sabtu (22/3).

Atas kejadian tersebut, tim gabungan dalam razia tersebut langsung memerintahkan pramuria tersebut diisolasi selama 14 hari dan akan diawasi oleh satuan gugus penanganan dan pencegahan COVID-19 di Mimika.

“Pokoknya kita tidak mau lagi dengar atau dapati ada THM yang sengaja datangkan pramuria dari luar daerah apalagi yang sudah terjangkit COVID-19,” kata Kepala Perlindungan Masyarakat, Satpol PP, Richard K. Rumbarar.

Ia juga menekankan, sesuai dengan instruksi bupati semua THM selama 14 diminta untuk tidak beroperasi dan apabila kedapatan maka pemerintah tidak akan segan-segan mencabut izinnya.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga menyampaikan instruksi bupati dan sosialisasi kepada pramuria, terkait mencegah penularan COVID-19.

Pantauan Timika eXpress, masih ada sejumlah THM belum mentaati Surat Perintah Tugas (Sprint) Bupati Mimika tentang langkah-langkah kongkrit dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Mimika.

Salah satu petugas THM  berinisial TI di bilangan Cenderawasih saat dikonfirmasi Timika eXpress mengatakan belum mengetahui terkait penertiban THM sesuai instruksi Bupati Mimika.

“Saya kurang tahu, saya cuma laksanakan tugas. Kami ada even, jadi kalau mau masuk harus beli tiket atau beli meja,” ungkap petugas tersebut.

THM lainnya yang juga masih beroperasi hingga malam minggu lalu, yaitu THM berinisial C.

Saat didatangi Timika eXpress, nampak petugas Reskrim Polres Mimika sementara melakukan pemeriksaan KTP terhadap semua ladies di THM tersebut.

Sementara, THM berinisial K, juga di Jalan Cenderawasih saat didatangi, petugas setempat mengatakan close (tutup).

Namun, di gedung khusus permainan biliar yang berada di samping kiri THM tersebut nampak ramai hingga pukul 22:30 WIT.

Dengan masih beroperasinya THM maupun tempat hiburan, ini menunjukan pemiliknya tidak mengindahkan instruksi bupati karena masih mengakses atau mengumpulkan orang dalam jumlah banyak. Apalagi, di pintu masuk beberapa THM tidak disiapkan fasilitas seperti tempat cuci tangan dan lainnya guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Untuk diketahui, berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 7 tahun 2020 tentang gugus dan tugas percepatan pencegahan Corona virus, dan Surat Edaran Gubernur Papua nomor 440/3234/SET tentang langkah- langkah konkret dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Provinsi Papua, serta surat edaran Bupati Mimika nomor 443.1/254, tentang langkah langkah konkrit dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mimika.

Bupati Mimika melalui Surat perintah tugas nomor 331.1/256 memerintahkan kepada Kepala Dinas Satpol PP untuk segera melakukan penertiban dan pengawasan terhadap tempat- tempat hiburan yang mengumpulkan orang dalam dalam jumlah besar seperti Bar, Cafe, Restauran maupun tempat wisata.

Dalam melaksanakan tugas selalu melaporkan kepada Bupati Mimika melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika. Dalam melaksanakan tugas ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kepala Dinas Satpolpp Kabupaten Mimika.

Kadispol-PP, Willem Naa mengatakan, tindakan yang diambil ini merupakan penerapan dari intruksi langsung dari Bupati Mimika untuk segera menutup THM, restauran, serta tempat wisata, termasuk warung makan. “Kalau masih saja tidak mengindahkan, kita tegur tetapi masih bandel izin kita cabut,” ucap Willem. Katanya lagi, pihaknya akan terus melaklukan pengawasan, terlebih khusus THM. (a30)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.