Pasar Tidak akan Ditutup

“Informasi tentang penutupan pasar tradisional yang beredar akibat COVID-19 di kalangan para pedagang dan warga adalah hoax. Bupati Omaleng tidak pernah memberikan perintah itu”

FOTO: Linda/TimeX
MENDATA – Bernadinus Songbes, Kepala Disperindag Mimika turun bersama para staf melakukan pendataan persediaan Sembako di Timika, mulai dari pengecer hingga distributor di Pasar Sentral, Minggu (22/3).

TIMIKA,TimeX
Inosensius Yoga Pribadi, Sekretaris Disperindag Mimika, memastikan tidak akan ada penutupan pasar seperti informasi yang beredar di kalangan masyarakat.
Kata Yoga, sejauh ini belum ada petunjuk dari Bupati Mimika terkait kebijakan penutupan pasar dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID-19.
“Informasi tentang penutupan pasar tradisional yang beredar akibat COVID-19 di kalangan para pedagang dan warga adalah hoax. Bupati Omaleng tidak pernah memberikan perintah itu,” kata Inosensius Yoga Pribadi, Sekretaris Disperindag kepada Timika eXpress, Senin (23/3).
Ia mengatakan, informasi yang beredar di kalangan para pedagang dan warga tentang penutupan pasar tradisional telah membuat resah masyarakat Mimika.
Dikatakannya, Pemkab Mimika menyadari dampak sosial dan ekonomi akibat penyebaran COVID-19 sangat luas dan memengaruhi perekonomian nasional.
Namun demikian, menurut dia, untuk menggerakkan roda ekonomi, Timika tetap menjaga distribusi barang dan jasa termasuk pasar-pasar tradisional masih dibuka.
“Tidak ada instruksi dari Bupati Mimika bahwa pasar akan ditutup,” tandas Inosensius.
Inosensius mengimbau masyarakat Mimika di tengah situasi merebaknya wabah COVID-19 ini, mewaspadai berita-berita hoax.
Ia berharap masyarakat di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro ini menyaring dengan baik berbagai informasi dan berita di publik.
“Terkait virus corona, kita jangan anggap sepele. Virus ini sangat mematikan. Kita boleh mengambil contoh dari negara-negara maju yang terkena virus corona. Sebagai warga Indonesia khususnya Kabupaten Mimika yang dimana kita tidak memiliki sarana dan prasarana seperti di negara maju, salah satu cara yang paling mudah adalah memproteksi diri kita,” tambahnya. Sebagaimana diketahui, sejak Minggu (22/3) informasi Papua lockdown beredar di masyarakat, informasi lain bahwa setelah lockdown maka toko-toko dan pasar akan ditutup.
Hal ini kemudian membuat masyarakat melakuka panic buying, dengan membeli berbagai kebutuhan pokok dalam jumlah besar.
Mulai dari beras, minyak goreng, telur serta berbagai kebutuhan lainnya.
Pantauan Timika eXpress, sejak Minggu (22/3) aktivitas di Pasar Sentral tampak normal, dimana transaski jual beli dan tingkat kunjungan pasar masih terbilang normal.
Petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika juga tampak melakukan pengawasan serta melakukan pendataan terkait ketersediaan bahan pokok di kalangan pengecer terutama distributor di Mimika.
Bernadinus Songbes, Kepala Disprindag yang ditemui Timika eXpress, di Pasar Sentral Minggu (22/3) mengatakan, beberapa yang dilakukan pendataan adalah beras, minyak goreng, mi isntan, terigu dan gula serta sejumlah kebutuhan lainnya termasuk minyak tanah dan gas elpiji.
“Kita belum selesai lakukan pendataan dan belum direkap tetapi sejauh ini informasi yang kita peroleh stok di kalangan pedagang masih aman hingga April mendatang,” kata Bernadinus.
Lanjutnya, upaya pendataan yang dilakukan tersebut merupakan petunjuk dari Bupati Mimika, untuk memastikan ketersediaan barang di kalangan masyarakat, sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah ke depan.
Selain melakukan pendataan persediaan Sembako di Mimika, Disperindag sekaligus melakukan sosialisasi virus corona bagi masyarakat di Pasar Sentral.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai jumlah persediaan Sembako di Mimika. Pasalnya hasil rekapan baru akan dipublis setelah dilaporkan ke Bupati Mimika. “Belum ada hasilnya, nanti setelah kita laporkan baru kita sampaikan ke media,” imbuh Songbes. (ozy/ale)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.